Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kanan), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) dan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani (kiri) di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). (Foto: ANTARA/Bayu Pratama S/bar).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) siap melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama untuk sejumlah proyek strategis pada Februari 2026.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan, beberapa proyek strategis itu, diantaranya adalah proyek bauksit, alumunium, bioavtur, refinery (kilang), hingga proyek budidaya unggas.
“Itu ada bauksit, aluminium di Balikpapan. Kemudian ada bioavtur, kemudian ada refinery juga. Kemudian ada (budidaya) unggas di lima tempat,” ujar Rosan usai acara bertajuk “Semangat Awal Tahun 2026” di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Terkait dengan proyek hilirisasi strategi yakni gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME), kemungkinan groundbreaking pada bulan yan sama (Februari 2026). “Saya lupa (tanggalnya), kalau enggak salah itu (DME) Februari juga deh,” ujar Rosan.
Untuk Proyek DME ini, Rosan menjelaskan, masih perlu dilakukan analisa terlebih dahulu. Terkait teknologi yang akan digunakan dalam proyek tersebut. “Kalau teknologinya dianalisa oleh Chief Technology Officer (CTO) Danantara, Sigit Puji Santosa. Jadi kita baru mau meetingin lagi,” beber Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan arahan agar groundbreaking 6 proyek hilirisasi dilakukan pada Februari 2026. Total nilai investasinya mencapai 6 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
Dalam peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Prabowo menyebut proyek hilirisasi menjadi bagian dari strategi nasional untuk mempercepat industrialisasi dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di Indonesia.
“Kita juga dalam waktu berapa minggu ini, kita akan mulai. Kita harapkan minimal enam proyek hilirisasi, mungkin bisa sampai 11 (proyek). Nilainya adalah kurang lebih 6 miliar dolar (AS),” ujar Prabowo.
Ia menjelaskan bahwa proyek hilirisasi akan dibarengi dengan masuknya investasi besar-besaran dari luar negeri, sehingga pemerintah menaruh perhatian besar pada kesiapan sumber daya manusia dan tata kelola proyek.
“Saya perkirakan cukup besar investasi yang akan masuk kita. Untuk itu harus benar-benar siapkan awak, siapkan manajemen, siapkan manager-manager muda yang bisa menjaga mengelola proyek-proyek ini,” ujar Prabowo.














