Defisit Melebar dari Target, Menkeu Purbaya Salahkan Perlambatan Ekonomi di Awal 2025

Clara Medium.jpeg

Jumat, 2 Januari 2026 – 22:00 WIB

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: PorosJakarta)

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: PorosJakarta)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Rendahnya setoran pajak yang berdampak kepada melebarnya defisit, benar-benar membuat pening Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa. Bahkan, eks Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu, sempat tak bisa tidur nyenyak.

Namun demikian, Menkeu Purbaya optimistis, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu, tidak akan mengganggu kinerja perekonomian nasional.

“Mungkin (defisit) akan bergerak sedikit ke atas. Tapi yang jelas, kami amankan agar tidak melanggar undang-undang,” kata Menkeu Purbaya usai Seremoni Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Dia menjelaskan, angka defisit APBN 2025 diperkirakan naik dari batas proyeksi, yang ditetapkan pada laporan semester II, sebesar 2,78 persen. Hal itu, akibat perlambatan ekonomi yang terjadi pada awal tahun kemarin.

Namun, Menkeu Purbaya menyebut, telah menjalankan berbagai upaya untuk memulihkan kembali kinerja ekonomi. Seiring dengan membaiknya perekonomian, dia menjamin, defisit APBN di masa depan, bakal lebih terkendali.

“Dan yang penting ekonomi makin bergerak, keuntungan perusahaan juga makin baik. Otomatis nanti akan diterjemahkan kepada harga saham yang lebih tinggi,” ujar Menkeu Purbaya.

Sebagai catatan, defisit APBN 2025 melonjak ketimbang target awal 2,53 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Sehingga harus direvisi menjadi 2,78 persen PDB. Revisi itu mempertimbangkan penerimaan negara yang bergerak melambat dari target yang ditetapkan.

Realisasi terakhir yang dilaporkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), defisit APBN berada pada level 2,35 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per 30 November 2025, dengan nilai sebesar Rp560,3 triliun.

Pendapatan negara tercatat sebesar Rp2.351,5 triliun atau setara dengan 82,1 persen dari proyeksi (outlook) APBN tahun ini sebesar Rp2.865,5 triliun.

Sedangkan belanja negara terealisasi sebesar Rp2.911,8 triliun atau setara 82,5 persen dari proyeksi Rp3.527,5 triliun.

Meski penerimaan negara diproyeksikan bakal berada di bawah target (shortfall), Menkeu Purbaya konsisten berjanji akan menjaga defisit APBN tetap di bawah ambang batas yang ditetapkan UU sebesar 3 persen.