Libatkan 416 Ribu Petani Milenial, Mentan Amran Sulaiman Sabet Rekor MURI!

Ikhsan Medium.jpeg

Selasa, 16 Desember 2025 – 15:18 WIB

Mentan sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman (tengah) didampingi Wakil Menteri Pertanian sekaligus Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), dan pejabat lainnya memperlihatkan medali rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) usai menghadiri dialog dengan HKTI di Jakarta, Selasa (16/12/2025). (Foto: Antara/Harianto)

Mentan sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman (tengah) didampingi Wakil Menteri Pertanian sekaligus Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), dan pejabat lainnya memperlihatkan medali rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) usai menghadiri dialog dengan HKTI di Jakarta, Selasa (16/12/2025). (Foto: Antara/Harianto)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mencetak prestasi nasional yang terukir dalam sejarah. Amran secara resmi meraih rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) setelah sukses melibatkan 416 ribu petani milenial dalam berbagai program pertanian nasional.

Penghargaan MURI ini diberikan atas capaian jumlah petani muda terbanyak yang terjun langsung ke sektor pertanian melalui inisiatif Kementerian Pertanian (Kementan). Capaian ini bahkan dinilai tertinggi dalam sejarah keterlibatan petani muda, baik di skala nasional maupun global.

“Ini dapat MURI, itu karena milenial ada 416 ribu ikut sekarang (dalam pertanian),” kata Mentan Amran, usai dialog dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Amran mengaku terkejut dengan penghargaan tersebut. Namun, ia menyambutnya sebagai motivasi dan tanggung jawab baru untuk terus memperluas partisipasi generasi muda dalam pembangunan pertanian berkelanjutan.

“Mereka yang menilai, aku kaget datang tiba-tiba memberikan penghargaan MURI, ini adalah cambuk untuk melompat lagi dan ini juga beban,” ujarnya, menegaskan komitmennya untuk terus menggerakkan sektor pertanian.

Pendapatan Petani Milenial Tembus Rp24 Juta per Bulan

Keterlibatan ratusan ribu petani milenial ini diimplementasikan melalui program andalan Kementan, yakni Brigade Pangan. Dalam satu tahun saja, sekitar 45.000 peserta terlibat, dan jumlahnya terus berkembang secara nasional. Setiap satu Brigade Pangan mengelola lahan pertanian secara terstruktur, dengan skala pengelolaan mencapai sekitar 200 hektare per brigade.

Menurut Amran, besarnya keterlibatan petani milenial ini adalah sinyal positif kebangkitan sektor pertanian, yang kini semakin diminati generasi muda berkat pendekatan modern dan berbasis teknologi.

Ia membeberkan sejumlah pengakuan (testimoni) yang menunjukkan bahwa petani milenial mampu meraih pendapatan yang sangat menjanjikan. Sebagai contoh, pendapatan petani muda di Papua dan Aceh tercatat mencapai sekitar Rp20 juta, bahkan di Kalimantan Timur mampu meraup hingga Rp24 juta per bulan.

“Kemarin yang testimoni di Papua itu [pendapatan petani milenial] Rp20 juta, Kalimantan Timur Rp24 juta, Aceh 20 juta. Itu komoditasnya macam-macam. Perkebunan, hortikultura, padi,” beber Amran.

Para petani muda ini mengelola beragam komoditas dengan sistem usaha yang efisien dan berorientasi pada peningkatan nilai tambah. Melalui program Brigade Pangan, mereka mendapatkan bantuan komprehensif, mulai dari bibit, alat dan mesin pertanian, hingga pelatihan cara bertani secara modern, termasuk pengelolaan lahan rawa yang optimal dan pencetakan sawah rakyat.

Ke depan, Amran memasang target ambisius. Pihaknya menargetkan 1 juta petani milenial terlibat aktif, menjadikan mereka sebagai fondasi kuat pertanian masa depan sekaligus penopang ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.