RI Punya 514 Kabupaten dan Kota, Hanya 2 yang Perekonomiannya Berprestasi

Iwan Medium.jpeg

Minggu, 14 Desember 2025 – 21:31 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Inilah.com/Clara)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Inilah.com/Clara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Dari 514 kabupaten dan kota yang ada di Indonesia, hanya dua yang capaian pertumbuhan ekonominya di atas angka nasional. Tahun depan jumlahnya harus berlipat menjadi 10 atau 20 kabupaten dan kota.

Lalu mana saja dua kabupaten atau kota yang angka pertumbuhan ekonominya menyalip angka nasional?

Kemenko Perekonomian menyebut Kabupaten Batang dan Kendal. Pertumbuhan ekonomi masing-masing daerah itu mencapai 8-9 persen. Jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi kuartal I-III yang hanya 5,01 persen.

Kuncinya, kedua daerah itu berhasil mengoptimalkan pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sehingga menjadi daya dorong yang signifikan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang pada 2024, mencapai 6,03 persen. Dan, meningkat tajam pada 2025, misalnya triwulan-III tercatat 8,52 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Lompatan ekonomi di Kabupaten Batang ini, didorong terutama oleh konsumsi rumah tangga dan investasi yang kuat. Di Kabupaten Batang, kehadiran KEK Industriopolis Batang telah mendorong akselerasi investasi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“KEK yang dirancang dengan baik, didukung infrastruktur, kemudahan berusaha, serta integrasi dengan tenaga kerja lokal, terbukti mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan,” ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Jakarta, Minggu (14/12/2025).

Dia menjelaskan, kajian akademik juga menunjukkan bahwa keberadaan KEK Batang memberikan multiplier effect yang signifikan terhadap perekonomian lokal, mulai dari peningkatan kesempatan kerja, penurunan tingkat pengangguran, hingga penurunan tingkat kemiskinan.

Persentase penduduk miskin di Kabupaten Batang tercatat menurun dari 8,73 persen pada 2024, menjadi 7,79 persen pada 2025, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan kesempatan kerja di sekitar kawasan.

Selain mendorong pertumbuhan dan penyerapan tenaga kerja, pengembangan KEK juga berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas ekonomi daerah.

Menurut Airlangga, masuknya investasi baru, adopsi teknologi, serta berkembangnya industri pengolahan bernilai tambah di KEK Batang telah meningkatkan efisiensi proses produksi dan nilai output per tenaga kerja, sehingga memperkuat daya saing ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Selain Kabupaten Batang, Menko Airlangga menyebut, Kabupaten Kendal juga menunjukkan kinerja ekonomi yang sangat kuat. Pada triwulan-III 2025, perekonomian Kabupaten Kendal tumbuh 8,84 persen (yoy), tertinggi di Provinsi Jawa Tengah, didorong oleh aktivitas industri dan investasi di kawasan industri dan KEK.

Capaian ini mengindikasikan adanya penguatan ekosistem industri regional, termasuk spillover effect antarwilayah di koridor Batang-Kendal-Semarang, serta menegaskan bahwa pengembangan KEK mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan di daerah.

Ke depan, pemerintah memandang bahwa pengalaman Kabupaten Batang dan Kendal dapat menjadi model pengembangan KEK di daerah lain, khususnya dalam menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar wilayah metropolitan.

Dengan begitu, penguatan konektivitas, kepastian regulasi, kesiapan sumber daya manusia, serta keterkaitan dengan UMKM dan ekonomi lokal akan menjadi kunci agar manfaat KEK dapat dirasakan lebih luas dan inklusif.
 

Topik
Komentar