Sebanyak 75 delegasi dari empat negara ambil bagian dalam 1st West Java International Fun Folk Festival 2026 yang digelar di Tugu Benteng, Kabupaten Subang, Sabtu (18/7/2026). Festival budaya tersebut menjadi ajang mempererat persahabatan antarbangsa melalui seni dan budaya.
Kegiatan yang menghadirkan berbagai pertunjukan budaya itu diharapkan tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni, tetapi juga memperkuat hubungan antarnegara melalui pertukaran budaya.
Penasehat Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) Jawa Barat sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Samantha Dewi Erwan Setiawan, mengatakan budaya memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang.
“Saya selalu percaya bahwa budaya adalah bahasa yang mampu dipahami semua orang. Meskipun kita berasal dari negara yang berbeda, berbicara dengan bahasa yang berbeda, bahkan memiliki tradisi yang berbeda,” ujar Samantha.
Menurutnya, tarian, musik, dan berbagai pertunjukan seni menjadi media komunikasi yang mampu membangun rasa saling menghormati tanpa dibatasi perbedaan bahasa.
“Lewat sebuah tarian kita bisa menyampaikan rasa hormat, melalui sebuah lagu kita bisa berbagi kebahagiaan, dan lewat sebuah pertunjukan seni kita bisa membangun persahabatan tanpa harus banyak kata,” katanya.
Perkuat Persaudaraan Antarbangsa
Samantha menilai West Java International Fun Folk Festival memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar pertunjukan budaya.
Menurutnya, festival tersebut menjadi wadah bagi masyarakat dari berbagai negara untuk saling mengenal, menghargai keberagaman, sekaligus mempererat hubungan persaudaraan.
“Festival seperti ini memiliki makna yang istimewa. Ini bukan sekadar pertunjukan budaya, tetapi ruang untuk saling menghargai dan memperkuat persaudaraan antarbangsa,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan kebanggaannya karena Jawa Barat dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan festival budaya bertaraf internasional tersebut.
Samantha berharap seluruh delegasi membawa kesan positif mengenai Jawa Barat, baik dari kekayaan budaya maupun keramahan masyarakatnya.
“Semoga setiap tamu yang datang tidak hanya menikmati pertunjukan ini, tetapi juga pulang membawa pesan keramahan masyarakat Jawa Barat, kekayaan budayanya, dan semangat kebersamaan yang menjadi identitas kita,” tuturnya.
Generasi Muda Diminta Lestarikan Budaya
Dalam kesempatan itu, Samantha mengajak generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan budaya Indonesia.
Ia menegaskan budaya bukanlah sesuatu yang kuno, melainkan identitas bangsa yang menjadi kekuatan Indonesia di mata dunia.
“Jangan pernah merasa budaya kita adalah sesuatu yang kuno. Justru budaya adalah identitas yang membuat kita dikenal dan dihargai dunia,” tegasnya.
Menurut Samantha, menjaga budaya berarti menjaga jati diri bangsa sekaligus membuka ruang dialog yang saling menghormati dengan budaya dari berbagai negara.
“Ketika kita mencintai budaya, kita sedang menjaga jati diri bangsa, sekaligus membuka ruang dialog dengan budaya-budaya lain yang bermartabat,” katanya.
Di akhir acara, Samantha mengapresiasi Colour of Indonesia beserta seluruh pihak yang telah menyelenggarakan festival tersebut. Ia berharap West Java International Fun Folk Festival dapat menjadi agenda budaya internasional yang digelar secara berkelanjutan dan semakin memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu destinasi diplomasi budaya Indonesia.













