Pesepak bola dan ofisial tim Persebaya Surabaya berselebrasi setelah menjuarai Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (7/8/2026). (Foto:Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Penjaga gawang Reza Arya Pratama menjadi sosok penentu keberhasilan Persebaya Surabaya menjuarai Piala Presiden 2026. Kiper berusia 25 tahun itu tampil sebagai pahlawan setelah menggagalkan dua eksekutor Persib Bandung dalam drama adu penalti pada partai final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026).
Persebaya memastikan gelar juara setelah menang 6-5 melalui adu penalti usai bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu. Trofi tersebut menjadi gelar Piala Presiden pertama dalam sejarah Bajul Ijo.
Usai pertandingan, Reza menegaskan keberhasilan di turnamen pramusim ini baru menjadi langkah awal sebelum menghadapi kompetisi Super League 2026/2027.
“Menurut saya ini permulaan karena ini pramusim. Jadi yang paling penting kita bisa menjalani liga dengan bagus, karena liga ini sangat panjang. Kita masih pemanasan, dan alhamdulillah bisa menjadi juara,” ujar Reza dalam konferensi pers.
Kiper yang tampil sebagai penyelamat tim itu berharap Persebaya mampu menjaga konsistensi sepanjang musim.
“Semoga nanti di liga kita bisa tampil konsisten. Ini trofi kedua saya bersama Coach Bernardo Tavares. Semoga ke depannya bisa jauh lebih berprestasi lagi bersama Persebaya,” katanya.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui pertandingan final berlangsung sangat menguras tenaga. Jadwal yang padat membuat para pemain memiliki waktu pemulihan yang terbatas sebelum tampil di laga penentuan.
Meski demikian, pelatih asal Portugal tersebut bangga melihat perjuangan anak asuhnya hingga akhirnya mampu mengangkat trofi.
“Saya mau mengatakan bahwa tidak mudah rasanya kehilangan trofi lewat adu penalti di partai final karena pernah mengalami pengalaman pahit serupa di liga lain. Tapi hari ini saya sangat bahagia karena kami berhasil menang,” ujar Tavares.
Ia menilai semangat juang para pemain menjadi faktor utama keberhasilan Persebaya mengakhiri penantian panjang meraih gelar bergengsi.
“Setelah 22 tahun tanpa gelar juara besar, penantian itu berakhir. Hari ini, 6 Agustus, Persebaya resmi meraih trofi,” tegasnya.
Tavares juga mengajak Bonek dan Bonita untuk terus memberikan dukungan kepada tim. Persebaya dijadwalkan menghadapi klub Malaysia, Penang FC, dalam laga uji coba internasional di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada 15 Agustus 2026.
“Cara terbaik untuk mengucapkan terima kasih kepada para pemain adalah dengan memadati stadion. Ayo, penuhi stadion. Untuk Persib, mereka juga sudah berjuang dan layak diapresiasi, meski sayangnya hanya satu tim yang bisa menang,” ucap Tavares.
Keberhasilan Persebaya meraih gelar juga diwarnai drama pada babak adu penalti. Bek asing Yuran Fernandes sempat gagal menjalankan tugasnya sebagai eksekutor pada putaran pertama sehingga adu penalti berlanjut ke fase sudden death. Namun, Reza Arya tampil gemilang dengan menggagalkan dua tendangan pemain Persib sebelum Giedson mencetak gol penentu kemenangan Bajul Ijo.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.










