Pemerintah provinsi Jawa Barat optimisitis perekonomian pada 2026 mampu tumbuh lebih cepat dan lebih stabil dibanding tahun ini. Masifnya pembangunan infrastruktur di Jabar dipandang sebagai salah satu daya dorong yang membuat ekonomi tumbuh di angka 5,5-6 persen pada 2026.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman saat bicara pada even BIG Conference bertema ‘Optimalisasi Sektor Prioritas untuk Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Jabar’, Senin (8/12/2025) menyebut, perkiraan tersebut realistis melihat arah pembangunan yang tengah dilakukan secara masif di berbagai sektor, terutama infrastruktur.
Herman menjelaskan, pembangunan infrastruktur yang berjalan saat ini akan mulai memunculkan efek berganda pada 2026. Mulai dari peningkatan penyerapan tenaga kerja, perluasan kapasitas industri, hingga peningkatan akses distribusi barang dan jasa. Hal itu diyakini menjadi mesin akselerasi utama pertumbuhan ekonomi.
Ia juga menekankan pentingnya soliditas seluruh elemen pembangunan, termasuk dunia usaha, pemerintah daerah kabupaten/kota, serta masyarakat. “Kepemimpinan yang kuat dari Pak Gubernur menjadi landasan penting akselerasi pembangunan di Jabar,” tambahnya.
Optimisme tersebut turut diperkuat dengan kinerja ekspor yang konsisten tumbuh, realisasi pendapatan daerah yang sudah mendekati target, dan tetap terjaganya iklim investasi. Sektor industri, terutama otomotif dan elektronik, masih menjadi penopang terbesar ekspor Jabar dan akan terus diperkuat pada tahun mendatang.
Dengan fondasi pembangunan yang menguat, Pemprov Jabar meyakini perekonomian 2026 akan lebih inklusif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui terbukanya lapangan kerja baru dan peningkatan kesejahteraan.













