Suasana pantai di wilayah selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat. (Foto: Antara/Feri Purnama)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut memastikan belum ada dampak yang dirasakan di wilayahnya setelah gempa bumi yang mengguncang perairan selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (19/7/2026) sore.
Sekretaris BPBD Kabupaten Garut Abud Abdullah mengatakan hasil pemantauan di wilayah Garut, termasuk kawasan pantai selatan yang berbatasan dengan Sukabumi, tidak menunjukkan adanya guncangan yang signifikan.
“Monitoring wilayah Garut tidak terasa,” kata Abud.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 15.11 WIB. BMKG kemudian memperbarui parameter gempa menjadi bermagnitudo 4,8 dengan kedalaman 52 kilometer.
Pusat gempa berada di laut sekitar 79 kilometer barat daya Kabupaten Sukabumi.
Menurut BMKG, gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas tektonik di dasar laut. Hasil analisis juga menyatakan gempa tidak berpotensi memicu tsunami.
“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ujar Abud mengutip laporan BMKG.
BMKG melaporkan guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah, antara lain Sukabumi, Cianjur, Bandung, dan Bogor. Sementara itu, hingga kini belum ada laporan mengenai gempa susulan yang signifikan.
BPBD Garut menyatakan terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah selatan Jawa Barat.
Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa hingga dipastikan aman oleh pihak berwenang.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.










