Survei: Mayoritas Warga Inggris Anggap AS Pembawa Petaka Dunia

Ikhsan Medium.jpeg

Sabtu, 4 Juli 2026 – 23:24 WIB

Lebih dari 60 persen warga Inggris menilai AS memberikan pengaruh yang lebih banyak berdampak negatif terhadap dunia, demikian menurut survei lembaga riset YouGov yang baru saja dirilis. (Ilustrasi: Inilah.com/AI)

Lebih dari 60 persen warga Inggris menilai AS memberikan pengaruh yang lebih banyak berdampak negatif terhadap dunia, demikian menurut survei lembaga riset YouGov yang baru saja dirilis. (Ilustrasi: Inilah.com/AI)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Puncak perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-250 kemerdekaan Amerika Serikat (AS) pada 4 Juli rupanya diwarnai sebuah kado pahit dari seberang lautan. Di kacamata mayoritas warga Inggris, Negeri Paman Sam tak lebih dari sekadar kekuatan yang membawa pengaruh buruk bagi peradaban dunia.

Fakta mengejutkan ini terpotret jelas dalam hasil jajak pendapat terbaru lembaga riset YouGov yang dirilis tepat pada Jumat (3/7/2026), sehari sebelum puncak perayaan ‘America 250’. Survei ini seolah menguliti persepsi publik Inggris terhadap negara bekas koloninya tersebut di tengah ingar-bingar hajatan di Washington.

“Hingga saat ini, 64 persen warga Inggris memandang Amerika Serikat lebih sebagai kekuatan yang membawa dampak buruk bagi dunia. Sementara itu, hanya 9 persen yang menilai negara itu lebih banyak membawa dampak baik, dan 11 persen memilih tidak keduanya,” demikian bunyi laporan resmi YouGov.

Lonjakan Sentimen Negatif

Tingginya angka ketidaksukaan ini menjadi sinyal merah bagi citra AS di mata sekutu terdekatnya. Angka 64 persen tersebut melompat cukup tajam jika disandingkan dengan potret di era pemerintahan mantan Presiden AS Joe Biden sebelumnya.

YouGov mencatat, pada masa kepemimpinan Biden, rata-rata publik Inggris yang memandang AS membawa pengaruh buruk ‘hanya’ bertengger di angka 39 persen. Lonjakan sentimen negatif ini jelas menjadi tamparan keras bagi Washington, menunjukkan adanya pergeseran cara pandang publik global –bahkan dari negara sekutu tradisional mereka– terhadap sepak terjang kebijakan luar negeri AS.

Luka Lama Sejarah Kemerdekaan

Menariknya, survei ini tidak cuma memotret kondisi kekinian, tapi juga ditarik mundur hingga ke titik awal deklarasi kemerdekaan AS. Hasilnya? Sebanyak 28 persen responden teguh menilai bahwa Washington memang sudah menjadi sumber pengaruh negatif sejak awal mereka merdeka 250 tahun lalu.

Meski begitu, masih ada 38 persen publik Inggris yang mencoba melihat secara lebih berimbang dengan memberikan penilaian positif terhadap peran AS selama kurun waktu dua setengah abad tersebut.

Ada satu temuan yang cukup menggelitik dari riset ini. Ternyata, sentimen masa lalu soal perang kemerdekaan rupanya belum sepenuhnya luntur bagi sebagian kecil warga Inggris. Terbukti, 10 persen responden secara terang-terangan menyatakan masih tidak merestui atau tidak mendukung lepasnya AS dari cengkeraman Britania Raya.

Sebagai informasi, survei YouGov ini digelar pada 10-11 Juni lalu dengan menjaring 2.058 warga Inggris berusia dewasa sebagai responden. Dalam rilis resminya, lembaga riset terkemuka ini tidak mencantumkan besaran ambang batas kesalahan atau margin of error dari hasil survei tersebut.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang