Suami Nikita Willy, Indra Priawan Ungkap Tantangan Jalankan Syariat di Negara Minoritas Muslim

Hadiri Peresmian Masjid di Kanada

Icon_INILAH GOLD.png

Sabtu, 8 Agustus 2026 – 15:25 WIB

Foto: Indra Priawan, Nikita Willy, Cindy Fatikasari dan Tengku Firmansyah saat menghadiri peresmian Masjid Al-Ikhlas Centre di Edmonton, Alberta, Kanada. (Instagram/@cindyfatikasari18)

Foto: Indra Priawan, Nikita Willy, Cindy Fatikasari dan Tengku Firmansyah saat menghadiri peresmian Masjid Al-Ikhlas Centre di Edmonton, Alberta, Kanada. (Instagram/@cindyfatikasari18)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pasangan selebriti Indra Priawan dan Nikita Willy beberapa waktu lalu berada di Kanada. Keduanya menghadiri peresmian Masjid Al-Ikhlas Centre di Edmonton, Alberta, Kanada, Sabtu (1/8/2026).

Momen tersebut juga dihadiri pasangan selebriti Cindy Fatikasari dan Tengku Firmansyah yang kini diketahui menetap di Kanada.

Masjid Al-Ikhlas Centre menjadi bagian penting bagi komunitas Muslim Indonesia di Edmonton. Masjid tersebut tercatat sebagai tempat ibadah pertama yang didirikan atas inisiatif Indonesian Muslim Community of Edmonton (IMCE) di wilayah Kanada bagian barat.

Pembangunan masjid ini juga terwujud berkat kolaborasi dengan Cinta Quran Foundation yang dipimpin Ustaz Fatih Karim.

Indra Priawan Bicara Pengalaman Tinggal di Negara Minoritas Muslim

Dalam kesempatan tersebut, Indra Priawan turut membagikan pengalamannya ketika pernah tinggal di luar negeri, termasuk saat menempuh pendidikan di California, Amerika Serikat.

Menurut Indra, hidup sebagai seorang Muslim di negara dengan masyarakat Muslim yang menjadi minoritas memang menghadirkan sejumlah tantangan. Namun, ia justru melihat pengalaman tersebut sebagai bentuk rahmat dari Allah.

“Tujuan manusia itu diciptakan untuk ibadah. Rahmat Allah banyak banget apa yang kita bisa rasakan,” ujar Indra, dikutip dari wawancara Cinta Quran Foundation.

Ia kemudian menceritakan pengalamannya ketika harus menjalani ibadah puasa di California. Saat musim panas, durasi berpuasa bisa terasa jauh lebih panjang dibandingkan di Indonesia.

“Pengalaman saya pernah tinggal di California. Saya sekolahnya juga di California, ternyata kesulitan kita berpuasa di sana summer, kita anggapnya susah. Ternyata kalau kita lihat kembali lagi rahmat dari Allah bahwa puasa 20 jam itu rahmat Allah juga,” tuturnya.

Tantangan Menjalankan Syariat Justru Jadi Pengingat

Tak hanya soal puasa, Indra juga menyinggung tantangan lain yang mungkin dirasakan seorang Muslim ketika tinggal di lingkungan yang mayoritas penduduknya bukan Muslim.

Ia mencontohkan ketika seseorang memilih menutup aurat dan mengenakan hijab di lingkungan yang tidak terbiasa dengan hal tersebut.

“Kita bisa ambil rahmatnya itu dan ternyata kemudian syariat-syariat yang kita hidup di tempat non-Muslim, kita melihatnya akan seperti berat, mau menutup aurat dilihat aneh, kenapa pakai hijab, ternyata itu juga rahmatnya Allah,” ungkap Indra.

Dari pengalaman tersebut, Indra mengaku memiliki cara pandang berbeda terhadap kehidupan seorang Muslim di luar negeri. Baginya, tantangan dalam menjalankan ibadah justru bisa menjadi pengingat untuk semakin dekat kepada Allah SWT.

“Jadi di saat saya menyadari itu, saya melihat bahwa ternyata hidup di setiap negara ternyata semuanya mendapatkan rahmat Allah, cuma kita melihat dari hal yang berbeda saja,” katanya.

Indra Ingin Tetap Jalankan Syariat di Mana Pun Berada

Indra pun menegaskan bahwa tempat tinggal bukan menjadi alasan untuk meninggalkan kewajiban sebagai seorang Muslim. Di mana pun berada, ia berusaha tetap menjalankan syariat yang diyakininya.

“Karena itu akhirnya saya melihatnya di mana kita hidup, di kota apa pun menjalankan syariatnya Allah adalah rahmatnya. Jadi point of view saya di situ. Sebisa mungkin di mana pun saya tetap akan menjalankan seluruh syariatnya karena saya tahu tujuan manusia diciptakan untuk ibadah,” ujar Indra.

Ia menyebut hubungan manusia dengan Allah menjadi hal yang membuatnya dapat menjalani berbagai tantangan tersebut dengan lebih lapang.

“Karena saya menyadari connection saya kepada Allah untuk ibadah dan connection Allah kepada saya itu semuanya rahmat. Jadi saya menjalani itu dengan lapang dada dan senang hati,” pungkasnya.
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang