Saham Bank Milik Hary Tanoe Bertahun-tahun Dihargai ‘Gocap’, Makin Ambruk Kena Sentimen Kasus SDB

Diana Medium.jpeg

Rabu, 2 September 2026 – 05:09 WIB

Pendiri sekaligus pemilik dari perusahaan konglomerat MNC Group, Hary Tanoesoedibjo. (Foto: Antara/Fianda Sjofjan Rassat)

Pendiri sekaligus pemilik dari perusahaan konglomerat MNC Group, Hary Tanoesoedibjo. (Foto: Antara/Fianda Sjofjan Rassat)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kasus raibnya surat-surat berharga di safe deposit box (SDB) diduga milik PT MNC Bank International Tbk (BABP), seharusnya berdampak kepada anjloknya harga saham bank milik pengusaha Hary Tanoesoedibjo.

Untung saja, harga saham BABP sudah menyentuh batas harga terendah yakni Rp50 per lembar. Ternyata, saham BABP masuk kelompok ‘saham gocap’ sudah berlangsung lama yakni sekitar Mei 2024. Dan tak bergerak naik hingga saat ini, tetap saja masuk kelas saham receh.

Alih-alih bicara untung atau cuan, pemilik saham BABP hanya bisa pasrah menunggu datangnya nasib mujur saja. Tapi, sepertinya ya sulit.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menyebut, saham BABP pada saat ini, masuk kelompok ‘saham gocap’ yang menjadi batas bawah aturan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Mengilapnya laporan keuangan BABP di paruh pertama 2026, ditunjukkan dengan  laba bersih sebesar Rp41,9 miliar, gagal mendongkrak harga sahamnya. “Padahal, secara fundamental, kinerja MNC Bank relatif positif di semester I-2026,” ungkap Nafan kepada Inilah.com di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Dengan demikian, kata dia, katalis untuk kenaikan saham BABP lebih bergantung kepada kemampuan perseroan, meningkatkan profitabilitas, kualitas aset, pertumbuhan kredit, serta efisiensi biaya secara berkelanjutan.

“Jadi, BABP bisa naik dari Rp50 jika fundamentalnya membaik dan sentimen pasar pulih. Tapi, selama profitabilitas dan ROE masih relatif rendah, saya melihat potensi kenaikannya cenderung membutuhkan katalis fundamental yang lebih kuat,” ungkapnya.

Sebagai gambaran, ucap Nafan, data per 1 September 2026 menunjukkan, saham BABP masih berada di level Rp50/saham. Secara historis sudah berlangsung cukup lama. Boleh dibilang memasuki tahun ketiga bertengger di kelompok saham gocap.

Dampak Viral Kasus Safe Deposit Box Diduga MNC Bank

Terkait video pendek seorang nasabah mengalami apes karena surat berharga yang tersimpan di safe deposit box (SDB) diduga milik MNC Bank yang raib, menurut Nafan, bisa menimbulkan sentimen negatif terhadap saham BABP.

“Terkait dugaan hilangnya barang nasabah dari safe deposit box, menurut saya isu ini berpotensi menjadi sentimen negatif terhadap BABP terutama dari sisi kepercayaan nasabah dan reputasi bank,” kata dia.

Akan tetapi, menurutnya, dampak terhadap harga saham milik bos MNC Group itu, tidak akan besar-besar amat. Sebelum adanya kepastian mengenai fakta dan tanggung jawab hukumnya.

Apalagi, pihak MNC Bank menyatakan masih melakukan pengecekan dan penelusuran. Karena menilai adanya kejanggalan dari tayangan video tersebut. Sehingga belum bisa disimpulkan bahwa benda berharga milik nasabah itu, benar-benar hilang akibat kelalaian, atau tindakan pihak bank.

“Apabila nantinya terbukti terdapat kelemahan dari sistem keamanan atau keterlibatan oknum internal, dampaknya tentu bisa lebih serius. Ini menyangkut risiko reputasi, potensi kewajiban finansial, serta menurunkan kepercayaan nasabah,” beber Nafan.

Sebaliknya, jika hasil investigasi menunjukkan bahwa dugaan tersebut tidak terbukti, atau dapat diselesaikan dengan baik, maka tekanan terhadap saham BABP, hanya bersifat sentimen jangka pendek.

“Jadi, untuk BABP, saya melihat fundamental dan kemampuan meningkatkan profitabilitas tetap menjadi faktor utama, sementara kasus safe deposit box lebih berperan sebagai risiko sentimen dan reputasi yang perlu terus dicermati,” pungkasnya.

Begini Penjelasan MNC Bank

Corporate Secretary MNC Bank, Edward Kennetze Lubis mengatakan, pihaknya menemukan adanya kejanggalan dalam video yang kini ramai diperbincangkan.

“Pihak Bank menilai terdapat kejanggalan terkait dengan video yang saat ini beredar di media sosial. Kami akan melakukan pengecekan dan penelusuran lebih lanjut atas video yang beredar tersebut,” kata Edward dalam keterangannya kepada Inilah.com, Minggu (30/8/2026).

Edward belum menjelaskan secara rinci mengenai kejanggalan yang dimaksud. Bank MNC masih melakukan pengecekan untuk memastikan fakta di balik informasi yang disampaikan melalui video tersebut.

Bank milik pengusaha Hary Tanoesoedibjo itu, membuka kemungkinan menempuh jalur hukum terhadap pembuat video, apabila hasil penelusuran menunjukkan informasi yang disampaikan ke publik, tidak benar dan menimbulkan kerugian bagi pihak bank.

“Bank akan mengambil langkah hukum terhadap pembuat video tersebut apabila video tersebut tidak benar dan merugikan Bank,” ujarnya.

Dengan pernyataan tersebut, MNC Bank belum membenarkan bahwa barang-barang milik nasabah di dalam safe deposit box benar-benar raib seperti yang tergambar dalam video.

Bank masih melakukan penelusuran untuk memastikan fakta di balik video yang telanjur viral tersebut. Benarkah seluruh isi safe deposit box nasabah raib atau terdapat fakta lain di balik video tersebut? Jawabannya masih menunggu hasil pengecekan MNC Bank.
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang