Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan P Roeslani (kiri), Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (putih) di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), kawasan PIK 2, Tangerang, Banten, Kamis (27/8/2026).(Foto: Inilah.com/Clara Anna).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan P Roeslani menceritakan pengalaman masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), akhirnya bisa memiliki rumah layak huni yang terjangkau kantong, lewat program Danantara Housing.
Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari peternak ayam, pemilik warung kecil, hingga aparatur sipil negara (ASN).
Rosan menyebut, program Danantara Housing ini, mendapat respons positif dari masyarakat. Dalam kenyataannya, banyak kelompok masyarakat melakukan akad kredit secara massal.
“Sudah ada beberapa akad massal. Tadi saya dilaporkan hampir 200-an yang langsung akad massal,” ujar Rosan di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), kawasan PIK 2, Tangerang, Banten, Kamis (27/8/2026).
Rosan mengatakan, salah satu penerima manfaat merupakan peternak ayam yang penghasilannya sekitar Rp5 juta hingga Rp6 juta per bulan.
Dengan cicilan rumah sekitar Rp1 juta per bulan, masyarakat sangat terbantu untuk memiliki hunian yang layak.
“Ada peternak ayam yang penghasilannya Rp5 sampai Rp6 juta, cicilannya juga kurang lebih sejuta,” kata dia.
Selain peternak ayam, Rosan menyebut, para emak yang menjadi pelaku usaha warung, bisa memiliki rumah pertama melalui program tersebut. Para penerima manfaat, merasa terbantu karena dapat memiliki hunian dengan skema rumah subsidi.
“Ada yang punya warung, ibu-ibu, semuanya rumah pertama. Ada juga pegawai negeri ASN yang gajinya Rp5 sampai Rp6 juta. Mereka sangat-sangat terbantu. Mereka sangat senang dan bahagia,” ucapnya.
Rosan menargetkan, jumlah masyarakat yang hadir dalam program Danantara Housing, dapat menembus lebih dari 50.000 orang dalam 3 hari ke depan. Pameran ini digelar selama tiga hari, yakni 27-30 Agustus 2026.
Danantara Housing: Solusi Konkret
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengatakan, program Danantara Housing merupakan bentuk konkret dukungan Danantara Indonesia dan BP BUMN, terhadap program strategis Presiden Prabowo Subianto yakni pembangunan 3 juta rumah.
Menteri Ara mengatakan, pemerintah tidak hanya berfokus membangun rumah baru. Tetapi juga melakukan renovasi rumah masyarakat yang belum layak huni, melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah.
“Ini bukti konkret dukungan Danantara dan BP BUMN kepada program strategis Presiden Prabowo 3 juta rumah, baik membangun dan merenovasinya,” ujar Menteri Ara.
Dia menjelaskan, berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), terjadi penurunan angka backlog rumah tidak layak huni, seiring dengan peningkatan program BSPS.
Jika pada tahun 2025, terdapat 45.000 rumah yang dibedah, jumlah tersebut meningkat menjadi 400.000 rumah pada tahun ini. “Kalau tahun lalu 45.000, tahun ini 400.000 rumah. Jadi kenaikannya sangat signifikan,” kata Menteri Ara.
Dia menegaskan, bagi masyarakat yang belum memiliki rumah layak, salah satu solusi yang disiapkan pemerintah, adalah rumah subsidi. Program ini, mulai dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk pelaku UMKM dan pegawai dengan penghasilan terbatas.
Di sisi lain, Menteri Ara menyebut, pengembangan perumahan perlu dilakukan dengan tetap memperhatikan ketahanan pangan dan energi nasional.
“Arahan Presiden Prabowo, ada keinginan kita selalu sinergi, bagaimana mewujudkan dan menjaga ketahanan pangan. Lahan sawah jangan dijadikan perumahan atau pabrik,” ucapnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.











