Prosesi pemakaman remaja Palestina, Mohammad Wahbi Hanani (17), yang syahid karena terjangan peluru tentara Zionis Israel di Tepi Barat. (Foto: Associated Press/Majdi Mohammad)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Eskalasi kekerasan di wilayah pendudukan Tepi Barat kembali memakan korban jiwa. Seorang remaja Palestina dilaporkan tewas setelah diterjang peluru tajam tentara Israel dalam sebuah insiden berdarah di Kota Beit Furik, sebelah timur Nablus. Kejadian ini menambah panjang daftar hitam kematian warga sipil di tengah ketegangan yang kian membara di kawasan tersebut.
Kementerian Kesehatan Palestina pada Minggu (22/2/2026) secara resmi mengumumkan wafatnya Mohammad Wahbi Hanani, pemuda berusia 17 tahun. Hanani mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit akibat luka parah setelah ditembak oleh pasukan Israel pada Sabtu (21/2/2026) malam waktu setempat.
Kronologi Kejadian di Beit Furik
Berdasarkan kesaksian warga setempat dan narasumber keamanan, situasi di Beit Furik mencekam sejak Sabtu malam. Pasukan Israel dilaporkan merangsek masuk ke kota tersebut dan melakukan penggeledahan dari rumah ke rumah. Aksi tersebut memicu ketegangan di lapangan.
Dalam operasi tersebut, tentara Israel melepaskan tembakan ke arah dua pemuda. Nahas, Hanani terkena peluru tepat di bagian kepala—sebuah luka fatal yang akhirnya merenggut nyawanya. Sementara itu, satu pemuda lainnya yang berusia 16 tahun dilaporkan mengalami luka tembak di bagian kaki dan kini tengah menjalani perawatan medis.

Klaim Kontradiktif Militer Israel
Di sisi lain, militer Israel memberikan pembelaan atas tindakan mematikan tersebut. Dalam pernyataan resminya pada Minggu, otoritas militer Israel justru melabeli kedua pemuda tersebut sebagai “teroris” atau militan yang mengancam keselamatan petugas.
Militer Israel berdalih bahwa saat melakukan operasi di area Beit Furik, tentara mereka mengidentifikasi dua sosok yang mendekat sambil membawa bahan peledak.
“Guna menetralisir ancaman, tentara melepaskan tembakan ke arah teroris tersebut, menewaskan salah satu di antaranya dan melumpuhkan lainnya,” tulis pernyataan resmi militer Israel.

Eskalasi Tanpa Henti Sejak 2023
Insiden di Beit Furik ini bukanlah peristiwa tunggal. Tepi Barat dan Yerusalem Timur, yang berada di bawah kendali Israel sejak Perang 1967, terus membara sejak pecahnya konflik Israel-Hamas di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023 lalu. Operasi militer yang kian intensif dan bentrokan bersenjata seolah menjadi pemandangan harian di wilayah ini.
Data statistik Palestina menunjukkan angka yang mengerikan. Sejak Oktober 2023, lebih dari 1.080 warga Palestina telah tewas di Tepi Barat dan Yerusalem Timur akibat kekerasan yang terus meningkat. Dunia internasional pun terus menyoroti penggunaan kekuatan militer yang dianggap berlebihan di wilayah pendudukan tersebut, namun solusi damai tampaknya masih jauh dari jangkauan.










