Prabowo Tegaskan Status Bencana Sumatera tak Perlu Dinaikkan ke Tingkat Nasional

Nebby Medium.jpeg

Senin, 1 Desember 2025 – 13:53 WIB

Presiden Prabowo Subianto (topi biru) didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu serta Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, saat mengunjungi Tapanuli Tengah, di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto (topi biru) didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu serta Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, saat mengunjungi Tapanuli Tengah, di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Presiden RI Prabowo Subianto menilai penanganan bencana banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berjalan cukup baik sehingga tidak perlu dinaikkan menjadi bencana nasional.

“Kita monitor terus. Saya kira situasi membaik, saya kira kondisi yang sekarang ini sudah cukup,” ujar Presiden Prabowo saat memberikan keterangan usai meninjau lokasi bencana di Tapanuli Tengah, seperti disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (1/12/2025).

Presiden juga menegaskan tidak memberikan instruksi tambahan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) maupun Basarnas. Menurutnya, kedua lembaga tersebut telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang memadai.

“Enggak. Mereka sudah punya SOP, punya protap, ya kita sekarang apa yang dibutuhkan kita kerahkan,” kata Prabowo.

Dalam kunjungannya, Prabowo menyoroti kebutuhan mendesak masyarakat terdampak. Bantuan utama yang menjadi prioritas adalah aliran listrik dan bahan bakar minyak (BBM) untuk daerah-daerah yang terisolasi.

“Sekarang prioritas bagaimana bisa segera kirim bantuan-bantuan yang harus diperlukan, terutama BBM yang sangat penting, listrik sebentar lagi saya kira bisa dibuka semuanya, BBM tadi yang dilaporkan ke saya sangat penting ada berapa desa yang terisolasi insyaAllah kita bisa tembus,” jelas Presiden.

Prabowo menambahkan, situasi di Tapanuli Tengah mulai membaik, seiring membaiknya cuaca. “Kita bersyukur cuaca membaik, ramalannya juga yang terburuk sudah lewat,” ujarnya.

Selain meninjau lokasi terdampak, Presiden berharap bencana ini menjadi pelajaran bagi daerah lain untuk lebih siap menghadapi dampak perubahan iklim. “Pemerintahan harus benar-benar berfungsi menjaga lingkungan, mengantisipasi kondisi di masa depan mungkin yang di daerah-daerah juga semuanya harus siap menghadapi kondisi yang perubahan iklim yang berpengaruh,” tambahnya.

Prabowo bertolak ke wilayah terdampak sejak pagi hari, lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pukul 06.00 WIB. Ia didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Presiden mendarat di Bandara Raja Sisingamangaraja XII, Kabupaten Tapanuli Utara, sebagai bentuk respons cepat pemerintah untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal. Selain itu, pemerintah menyiapkan pemulihan infrastruktur dasar, termasuk akses jalan, jembatan, energi, telekomunikasi, dan layanan kesehatan, agar masyarakat terdampak bisa kembali beraktivitas normal.
 

Topik
Komentar