Album resmi FIFA World Cup 2026 hadirkan Shakira, LISA, Future, hingga Rolling Stones dalam 18 lagu. Mana pilihanmu? Ikut polling di sini. (Foto: AP)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Piala Dunia 2026 resmi bergulir sejak 11 Juni lalu, dan euforia kompetisi terbesar sepak bola dunia ini tak hanya terasa di lapangan. Di luar pertandingan, FIFA menyiapkan amunisi musik yang belum pernah sebesar ini sepanjang sejarah Piala Dunia.
FIFA merilis album resmi Piala Dunia 2026 dengan 18 lagu, menjadikannya proyek musik terbesar yang pernah diproduksi untuk turnamen ini. Album ini bukan sekadar kumpulan lagu latar — FIFA menyebutnya sebagai proyek musik dan budaya multi-lagu paling ekstensif yang pernah ada dalam sejarah Piala Dunia.
18 Lagu, Puluhan Artis dari Seluruh Dunia
Tracklist lengkap album ini mencakup: “Goals” (LISA, Anitta, Rema), “Game Time” (Future, Tyla), “Illuminate” (Jessie Reyez, Elyanna), “Echo” (Daddy Yankee, Shenseea), “Por Ella” (Los Ángeles Azules, Belinda), “Three Nations” (21 Savage, Nata Cano, French Montana), “No Place Like Home” (Major Lazer, Nelly Furtado, Davido), “In the Stars (Remix)” (The Rolling Stones), “Show Me” (Ayra Starr, Latto), “Mi Mexico Lindo” (Alejandro Fernández), “Blessings” (Stormzy, Fridayy, Angel), “Energy” (Ava Max, BIA), “Lighter” (Jelly Roll, Carín León), “Siir Siir” (Nora Fatehi, Vegedream, Sanjoy), “Partidazo” (Danny Ocean), “Champion” (IShowSpeed), “Love Always Wins” (Shaggy, Cimafunk, Zema), dan “Dai Dai” (Shakira, Burna Boy).

“Dai Dai” yang dibawakan Shakira bersama Burna Boy sekaligus menjadi lagu resmi turnamen dan tema FIFA Education Fund. Lagu ini dirilis 15 Mei 2026 beserta video musik resminya.
Yang menarik, “Goals” oleh LISA, Anitta, dan Rema memadukan tiga genre sekaligus: Latin pop, K-pop, dan Afrobeats — gambaran nyata betapa inklusifnya album ini secara musikal.
Pertama Kali dalam Sejarah: Halftime Show di Final
Bukan hanya soal album. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, akan ada halftime show di partai final. Shakira, BTS, dan Madonna dijadwalkan tampil di MetLife Stadium, New Jersey.
Sebelum turnamen bergulir, sejumlah artis juga tampil di Countdown Concerts yang digelar serentak di Mexico City, Toronto, dan Los Angeles.
Reaksi Warganet Terbelah
Respons publik terhadap album ini tidak seragam. Sebagian penggemar sepak bola merasa pilihan artisnya segar dan mewakili berbagai penjuru dunia. Sebagian lain justru merindukan anthem-anthem era lawas yang dinilai lebih berjiwa — seperti “Waka Waka” Shakira di Afrika Selatan 2010, “The Cup of Life” Ricky Martin di Prancis 1998, atau “Wavin’ Flag” K’naan di edisi yang sama.
Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut album ini sebagai “skuad musik yang luar biasa kuat, sebanding dengan turnamen terbesar dalam sejarah olahraga.”
Tapi tentu saja, penilaian soal musik bersifat subjektif. Ada yang merasa “Dai Dai” layak menjadi anthem ikonik, ada pula yang belum tersentuh sama sekali oleh satu pun lagunya.
Kamu sendiri bagaimana?
Sudahkah kamu mendengar lagu-lagu Piala Dunia 2026? Menurutmu, anthem tahun ini sudah setara dengan era keemasan lagu Piala Dunia, atau masih kurang menggigit? Sampaikan pendapatmu melalui polling Inilah.com di bawah ini, dan tulis juga komentarmu di kolom yang tersedia.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.











