PKK Sulsel Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga Lewat Gerakan B2SA

Ibnu Medium.jpeg

Jumat, 19 Juni 2026 – 19:32 WIB

Ketua TP PKK Sulawesi Selatan mengajak kader PKK menjadi pelopor Gerakan B2SA dan Stop Boros Pangan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga serta mendorong konsumsi pangan lokal yang sehat, bergizi, dan aman. (Foto: Pemprov Sulsel)

Ketua TP PKK Sulawesi Selatan mengajak kader PKK menjadi pelopor Gerakan B2SA dan Stop Boros Pangan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga serta mendorong konsumsi pangan lokal yang sehat, bergizi, dan aman. (Foto: Pemprov Sulsel)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sulawesi Selatan mengajak seluruh kader PKK menjadi pelopor dalam mengampanyekan pola konsumsi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) serta Gerakan Stop Boros Pangan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Edukasi Pangan B2SA, Gerakan Stop Boros Pangan, serta Workshop Pemanfaatan Rumah Pangan dan Dapur B2SA yang digelar secara virtual, Rabu (17/6/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan dan diikuti oleh TP PKK kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Sulsel menegaskan bahwa keluarga memiliki peran penting sebagai fondasi utama dalam membangun pola konsumsi pangan yang sehat, berkualitas, dan berkelanjutan.

Menurutnya, kader PKK memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang dapat mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan pangan lokal, penerapan pola konsumsi B2SA, serta pengurangan pemborosan pangan di tingkat rumah tangga.

“Penerapan pola konsumsi B2SA dan Gerakan Stop Boros Pangan merupakan langkah nyata dalam mewujudkan ketahanan pangan keluarga sekaligus membentuk sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif. Setiap keluarga dapat berkontribusi mulai dari memilih, mengolah, hingga memanfaatkan pangan secara bijak agar tidak terbuang sia-sia,” ujarnya.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader PKK dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Selain itu, program ini juga mendorong upaya menekan angka food loss dan food waste yang masih menjadi tantangan dalam pengelolaan pangan di Indonesia.

Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan Rumah Pangan dan Dapur B2SA sebagai sarana edukasi pemenuhan gizi keluarga berbasis pangan lokal. Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan sumber pangan yang tersedia di lingkungan sekitar untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga secara mandiri.

Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan TP PKK dalam memperluas edukasi ketahanan pangan hingga tingkat keluarga.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan pangan lokal sekaligus mengubah perilaku konsumsi agar lebih sehat dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, TP PKK Sulawesi Selatan berharap seluruh kader PKK dapat menjadi motor penggerak dalam menyosialisasikan pola konsumsi B2SA dan Gerakan Stop Boros Pangan di wilayah masing-masing.

Dengan semakin luasnya edukasi yang diberikan kepada masyarakat, diharapkan ketahanan pangan keluarga dapat semakin kuat serta mampu mendukung terciptanya sumber daya manusia yang sehat, mandiri, dan berkualitas sebagai fondasi pembangunan Sulawesi Selatan di masa depan.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang