Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (kedua kiri) saat melakukan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/3/2026). (Foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saidiman Ahmad menilai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-5, Megawati Soekarnoputri memiliki banyak makna.
Salah satunya, Prabowo dinilai masih terus merangkul semua kekuatan politik.
“Pertemuan ini bisa dibaca sebagai penegasan atau perwujudan sikap politik Prabowo untuk merangkul semua kekuatan politik. Dari sisi pemerintah, ini adalah bagian dari konsolidasi politik yang terus menerus diupayakan oleh Prabowo,” ucap Saidiman kepada inilah.com, Minggu (22/3/2026).
Meski begitu, dari aspek demokratis, kata dia, pertemuan dan upaya ini dinilai akan menjadi persoalan karena selama ini kondisi politik dalam negeri tak memiliki kekuatan penyeimbang seperti oposisi pemerintah.
“Prinsip checks and balances kurang berjalan karena semua kekuatan utama politik ada di lingkaran kekuasaan. Dalam jangka panjang, ini bisa menjerumuskan negara ke dalam otokrasi yang semakin dalam,” jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan isi pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka, Kamis (19/3/2026). Pertemuan tersebut berlangsung selama dua jam.
Prasetyo menyebut banyak hal yang didiskusikan oleh kedua tokoh tersebut, terutama terkait isu kebangsaan dan pengalaman memimpin negara.
“Banyak sekali. Banyak sekali ya. Hampir kurang lebih pertemuan dua jam banyak yang didiskusikan,” kata Pras kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
Menurut Pras, Megawati yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden dan Presiden memberikan banyak masukan serta berbagi pengalaman kepada Prabowo.
“Banyak yang saling bertukar pandangan karena bagaimanapun kan Ibu Mega juga pernah menjadi wakil presiden, pernah juga menjadi presiden, tentunya memiliki pengalaman-pengalaman,” ujarnya.
Ia menilai pertukaran pandangan ini penting untuk memberikan pertimbangan bagi kemajuan negara, meskipun setiap era kepemimpinan memiliki tantangan yang berbeda.
“Tetapi sebagai seorang pemimpin tentu baik sekali untuk bisa saling memberikan masukan dan berbagi pengalaman demi kemajuan bangsa dan negara kita,” lanjut Pras.
Selain masalah dalam negeri, Prasetyo membenarkan bahwa isu geopolitik internasional saat ini juga menjadi salah satu topik bahasan. Saat ditanya wartawan mengenai pembahasan geopolitik, ia menjawab singkat.
“Iya,” jawab Pras.
Momen pertemuan ini sebelumnya telah dipublikasikan oleh Prabowo melalui akun Instagram pribadinya tak lama setelah kegiatan di Istana Merdeka tersebut selesai.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.










