Harga solar di California tembus rekor tertinggi US$7,455 per galon saat perang AS-Israel lawan Iran memasuki bulan kedua. (Foto: Bloomberg/David Paul Morris)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Dampak perang yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran kini mulai memukul telak sendi-sendi ekonomi domestik Negeri Paman Sam. Rata-rata harga satu galon solar di California, negara bagian dengan kekuatan ekonomi terbesar di AS, resmi mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Selasa (31/3/2026).
Melonjaknya harga bahan bakar ini terjadi tepat saat perang AS-Israel terhadap Iran memasuki bulan kedua. Berdasarkan data terbaru, harga satu galon solar di California kini menyentuh angka fantastis US$7,455 atau setara dengan Rp126.727 (asumsi kurs Rp16.999 per dolar AS).
Lampaui Rekor Pandemi dan Krisis Global
Lompatan angka ini otomatis menumbangkan rekor termahal sebelumnya yang tercipta pada Juni 2022 silam sebesar US$7,012 per galon.
Menurut laporan resmi Asosiasi Otomotif Amerika (American Automobile Association/AAA), harga baru tersebut juga mengungguli rata-rata harga di seluruh negara bagian itu pada pekan lalu yang berada di angka US$7,018 per galon.
Sebagai pembanding untuk melihat ketimpangan harga, rata-rata harga solar eceran secara nasional di seluruh wilayah AS ‘hanya’ menyentuh angka 5,454 dolar AS per galon pada hari yang sama.
Data dari Komisi Energi California menunjukkan solar merupakan bahan bakar transportasi terbesar kedua di wilayah tersebut. Jenis bahan bakar ini menyumbang sekitar 17 persen dari total penjualan bahan bakar secara keseluruhan, tepat berada di bawah bensin reguler.
Pajak Tinggi dan Regulasi Ketat Jadi Pemicu
Bukan hanya solar yang harganya ‘mencekik’ leher konsumen di California. Rata-rata harga bensin reguler di negara bagian tersebut juga melonjak sangat tajam. Saat ini, harganya mencapai US$5,887 per galon, meroket sangat jauh dari angka US$4,643 yang baru tercatat sebulan lalu.
Lembaga Administrasi Informasi Energi (EIA) AS menjelaskan bahwa tingginya harga bahan bakar di California bukan semata-mata karena meletusnya konflik bersenjata di Timur Tengah.
Wilayah ini memang konsisten mencatatkan harga bahan bakar tertinggi di seantero AS akibat penerapan instrumen pajak yang sangat tinggi, regulasi lingkungan hidup yang luar biasa ketat, serta kapasitas kilang minyak lokal yang sangat terbatas. Kombinasi faktor internal dan eksternal inilah yang memicu terjadinya badai harga bahan bakar di sana.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













