Orang-orang berusaha mendinginkan tubuh mereka di Trocadero Gardens, tepat di depan Menara Eiffel, Paris, saat gelombang panas ekstrem menerjang Prancis. (Foto: Getty Images/Mustafa Yalcin)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pemerintah Prancis pada Minggu (28/6/2026) memperingatkan bahwa dampak kesehatan akibat gelombang panas berkepanjangan masih akan berlanjut. Meskipun, suhu udara di berbagai wilayah dilaporkan mulai menurun secara bertahap.
Hingga saat ini, rumah sakit dan layanan darurat disebut masih menghadapi volume pasien yang tinggi akibat cuaca ekstrem tersebut.
Mengutip Anadolu Agency, Senin (29/6/2026), Menteri Kesehatan Prancis Stephanie Rist meminta masyarakat untuk tetap waspada. Pasalnya, jumlah kematian yang dikaitkan dengan gelombang panas tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi normal.
“Kemungkinan situasi kesehatan saat ini tidak sama seperti pada 2003,” kata Rist, merujuk pada gelombang panas mematikan yang melanda Prancis pada tahun tersebut.
RS Kewalahan, Korban Jiwa Berjatuhan
Namun, Rist mengatakan data sementara dari Badan Kesehatan Masyarakat Prancis menunjukkan sudah ada sekitar 1.000 kematian lebih banyak dari biasanya sejak Rabu (24/6/2026) lalu.
Ia menegaskan angka tersebut masih bersifat sementara. Rist memperkirakan tekanan terhadap sistem layanan kesehatan di Prancis akan terus berlangsung selama beberapa hari ke depan.
Kantor Perdana Menteri Sebastien Lecornu juga menyatakan hal senada. Meski gelombang panas mulai mereda, dampaknya terhadap kesehatan –seperti dehidrasi, keterlambatan penanganan pasien di rumah sakit, dan memburuknya kondisi kelompok rentan– masih akan terus dirasakan.
Petugas Damkar Jaga Ketat, Ratusan Ribu Operasi Digelar
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengatakan layanan darurat mengalami lonjakan signifikan dalam penanganan insiden terkait cuaca panas. Menurut dia, petugas pemadam kebakaran telah menangani sekitar 122 ribu operasi selama periode cuaca ekstrem tersebut.
Nunez memperkirakan aktivitas layanan darurat tetap berada pada tingkat yang sangat tinggi meski suhu mulai menurun. Ia pun mengimbau masyarakat tetap berhati-hati, terutama saat berolahraga.
Badai Petir Melanda, Puluhan Ribu Rumah Mati Lampu
Sebagian besar wilayah Prancis sebenarnya mulai mengalami penurunan suhu udara setelah badai petir melanda pada Sabtu (27/6/2026) malam. Meski demikian, dua departemen di timur laut negara itu masih berstatus peringatan merah gelombang panas pada Minggu.
Selain itu, 34 departemen berada dalam status peringatan oranye gelombang panas dan 14 departemen lainnya mendapat peringatan oranye akibat badai petir.
Menurut otoritas setempat dan operator jaringan listrik Enedis, badai tersebut menyebabkan sedikitnya tujuh orang mengalami luka ringan dan memutus aliran listrik ke sekitar 63.000 rumah tangga.
Cuaca ekstrem ini juga mengganggu sejumlah ajang olahraga. Penyelenggara kejuaraan balap sepeda jalan raya Prancis bahkan terpaksa memangkas jarak balapan putra pada hari Minggu sebanyak satu putaran, lantaran suhu udara sudah menembus sekitar 35 derajat Celsius saat di garis start.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.









