Tangkapan layar video viral yang memperlihatkan momen seorang satpam saat menegur pengemudi mobil Toyota Alphard yang diduga menerobos zebra cross dan lampu merah di kawasan Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat. (Foto: Instagram @infojkt).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kasus cekcok antara sopir mobil Toyota Alphard dan petugas keamanan di Bundaran Hotel Indonesia (HI) kini bergeser ke isu yang lebih luas. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya tak hanya mengusut insiden di lapangan, tetapi juga menyoroti dugaan penggunaan pelat nomor kendaraan yang tidak sesuai dengan data registrasi.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, mengatakan pihaknya akan memanggil kedua pihak untuk klarifikasi sekaligus mendalami aspek administratif kendaraan yang digunakan dalam peristiwa tersebut. Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung pada Jumat (24/7/2026) dan dilanjutkan Senin (27/7/2026).
“Bukan hanya peristiwanya, tapi juga kendaraan yang digunakan, termasuk dugaan pelat nomor yang tidak sesuai. Semua akan kami dalami,” kata Ojo, Jumat (24/7/2026).
Menurut dia, setelah pemeriksaan awal, penyidik akan mempertemukan sopir Alphard dan petugas keamanan dalam forum konfrontasi untuk mencocokkan keterangan. Polisi menegaskan penanganan perkara dilakukan secara objektif tanpa memihak.
Sorotan terhadap dugaan pelat nomor abal-abal mencuat seiring viralnya video kejadian di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, mobil Alphard hitam diduga tetap melaju saat lampu penyeberangan pejalan kaki menunjukkan warna hijau di kawasan Bundaran HI.
Seorang petugas keamanan yang berjaga disebut berupaya menghentikan kendaraan tersebut demi memberi jalan bagi pejalan kaki. Teguran itu memicu ketegangan setelah pihak dalam mobil disebut tidak terima dan terjadi cekcok di lokasi.
Di sisi lain, kasus ini juga memantik perhatian publik terhadap lemahnya pengawasan kendaraan di ruang publik, khususnya terkait penggunaan pelat nomor yang tidak sesuai aturan.
Polisi membuka kemungkinan penerapan pasal-pasal tambahan jika ditemukan pelanggaran administratif maupun pidana dalam penggunaan identitas kendaraan.
“Siapa pun yang melanggar, baik pengemudi maupun pihak lain yang terlibat, akan diproses sesuai ketentuan,” ujarnya.
Sebelumnya, peristiwa ini menjadi viral setelah diunggah di media sosial Threads dan Instagram, memicu perdebatan publik soal disiplin berlalu lintas hingga perlindungan terhadap petugas di lapangan.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













