Kado Terindah HUT Ke-81 RI, Mentan Amran: Swasembada Pangan dan Ekspor Beras ke Malaysia

Iwan Medium.jpeg

Selasa, 18 Agustus 2026 – 21:01 WIB

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Kampus Unhas, Makassar, Selasa (11/8/2026).  (Foto: Inilahsulsel.com)

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Kampus Unhas, Makassar, Selasa (11/8/2026). (Foto: Inilahsulsel.com)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut, swasembada pangan dan kembalinya ekspor beras ke Malaysia menjadi kado terindah saat HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Pencapaian swasembada pangan yang lebih cepat dari target, menurut Mentan Amran, merupakan hasil kerja keras antara Kementerian Pertanian (Kementan), TNI/Polri, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, petani, serta kementerian dan lembaga terkait.

“Kado ulang tahun dari Kementerian Pertanian untuk Republik Indonesia adalah Indonesia sudah mencapai swasembada pangan dalam waktu sesingkat-singkatnya, dari target empat tahun menjadi satu tahun,” ujar Mentan Amran di Jakarta, dikutip Selasa (18/8/2026).

Berdasarkan proyeksi neraca pangan 2026, produksi beras nasional diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, sedangkan kebutuhan dalam negeri sekitar 31,10 juta ton. Dengan demikian, Indonesia diproyeksikan mengalami surplus beras sekitar 3,67 juta ton.

Sementara itu, data FAO memproyeksikan produksi beras Indonesia mencapai 38,6 juta ton pada 2026/2027. Dengan angka tersebut, Indonesia diperkirakan menjadi produsen beras terbesar di ASEAN dan berada di peringkat keempat dunia.

Dia mengatakan, stok cadangan beras nasional hingga Agustus 2026 telah mencapai 5,25 juta ton. Persediaan itu memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekspor.

Saat ini, Indonesia membidik pasar beras Malaysia. Untuk tahap awal, pengiriman beras ditargetkan mencapai 1.000 ton, dengan potensi permintaan yang dapat meningkat menjadi 200.000 ton hingga 1 juta ton.

Selain swasembada dan ekspor beras, Amran menyoroti peningkatan kesejahteraan petani. Dia menyebut nilai tukar petani (NTP) pada Juli 2026 mencapai 127,84, level tertinggi dalam 34 tahun terakhir.

Sektor pertanian juga mencatat nilai ekspor sekitar Rp166 triliun, sementara impor turun Rp41 triliun. “Kondisi tersebut memberikan nilai tambah sekitar Rp200 triliun terhadap perekonomian nasional,” kata Mentan Amran.

Dia juga menilai kebijakan pemerintah menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen turut mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani. Capaian itu, merupakan hasil kolaborasi lintas sektor serta pelaksanaan agenda pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Tidak pernah terjadi selama Republik Indonesia merdeka. Di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto, ini luar biasa, sektor pertanian mengalami kebangkitan,” pungkasnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang