Karyawan mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pasar modal Indonesia akhirnya mengakhiri puasa keraguan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak hanya sekadar ‘numpang lewat’ di zona hijau, tapi resmi melakukan selebrasi di atas level psikologis 8.000. Pada penutupan perdagangan Selasa (3/2/2026), indeks melesat meyakinkan sebesar 2,53 persen ke level 8.122.
Lantai bursa hari ini benar-benar ‘hidup’. Volume transaksi menyentuh angka jumbo 58,38 miliar saham dengan nilai perputaran uang mencapai Rp29,28 triliun. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan potret kembalinya nyali para pemodal ke jantung ekonomi domestik.
Sentuhan Magis Fibonacci dan Sinyal ‘Oversold’
Secara teknikal, penguatan ini sudah tercium oleh para analis kawakan. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, melihat pergerakan IHSG saat ini sedang berada dalam jalur pendakian yang sehat.
Nafan menjelaskan bahwa indeks baru saja sukses melewati ujian ‘keramat’ di area 38,2 persen Fibonacci Retracement. Sebuah indikator teknikal yang sering menjadi titik balik krusial bagi tren sebuah pasar.
“Indikator RSI sebelumnya sudah menunjukkan kondisi oversold (jenuh jual). Secara teknikal, wajar jika IHSG menguat setelah menguji area Fibonacci tersebut,” tutur Nafan.
Kini, Nafan memetakan jalan IHSG ke depan. Selama indeks mampu bertahan di atas level penyangga (support) 7.836 dan 7.701, maka peluang untuk menjebol benteng pertahanan (resistance) di level 8.210 masih terbuka lebar.
Gebrakan Reformasi: ‘Free Float’ 15 Persen Jadi Katalis
Namun, teknikal saja tidak cukup. IHSG butuh “bensin” berupa kepercayaan, dan regulator tampaknya berhasil menyediakannya. Pasar merespons positif gerak cepat OJK, BEI, dan KSEI yang menyodorkan proposal reformasi kepada MSCI.
Ada beberapa poin ‘mahal’ dalam usulan tersebut yang membuat investor asing kembali melirik Jakarta:
- Peningkatan Likuiditas: Rencana kenaikan batas minimum saham publik (free float) secara bertahap dari 7,5 persen menjadi 15 persen mulai Maret 2026.
- Transparansi Kepemilikan: Pengungkapan pemilik saham yang lebih granular dan mendalam.
- Kualitas Data: Klasifikasi investor yang lebih rinci menjadi 27 sub-tipe, memastikan data bursa kita sejajar dengan standar global.
Angin Segar dari Global: The Fed dan Laporan Keuangan
Dari mancanegara, aura positif turut bertiup. Pelaku pasar global mulai berdamai dengan ekspektasi bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan menahan suku bunga acuannya. Bahkan, asa untuk pemangkasan suku bunga di pertengahan 2026 tetap terjaga jika inflasi tetap ‘jinak’.
Selain itu, optimisme terhadap laporan keuangan emiten teknologi raksasa dunia menjadi pemanis yang membuat aliran modal ke pasar negara berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia, kembali deras mengalir.
Kombinasi antara ‘sihir’ teknikal Fibonacci, reformasi birokrasi pasar modal yang berani, dan meredanya tekanan global menjadi trinitas yang mengerek IHSG hari ini. Namun, investor tetap harus jeli. Level 8.122 adalah pencapaian, tapi menjaga konsistensi di atas angka tersebut adalah tantangan yang berbeda.
Apabila implementasi free float 15 persen di bulan Maret berjalan mulus, bukan mustahil target-target baru yang lebih tinggi akan segera dipasang oleh para analis.














