Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier memberikan keterangan pers bersama usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026). (Foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier menyampaikan kunjungannya mencerminkan pentingnya hubungan Indonesia dan Jerman yang terus berkembang di berbagai bidang strategis.
Hal ini disampaikan Steinmeier dalam konferensi pers dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).
“Saya gembira bisa kembali berkunjung ke Indonesia. Ini merupakan keempat kalinya saya berkunjung ke sini. Jumlah kunjungan ini menunjukkan betapa pentingnya hubungan dengan Indonesia bagi kami di Jerman,” kata Steinmeier.
Perkuat Deklarasi Jakarta
Dalam kesempatan tersebut, Steinmeier menekankan pentingnya memperdalam kemitraan kedua negara. Menurutnya, fondasi hubungan tersebut telah terjalin kuat sejak Deklarasi Jakarta tahun 2012 dan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di berbagai sektor melalui kolaborasi yang makin luas.
“Tadi Anda sudah katakan betapa pentingnya keanekaragaman topik yang kita bicarakan dan betapa banyak perkembangannya selama beberapa tahun akhir ini, dan betapa besarnya potensi untuk bisa dikembangkan lagi,” ujarnya.
Peran Strategis di Kawasan ASEAN
Dalam pernyataannya, Steinmeier menilai ASEAN memiliki peran penting dalam membangun arsitektur keamanan regional.
“Indonesia merupakan faktor stabilitas penting di dalam kawasan ASEAN dan kami melihat bahwa Indonesia tidak hanya yakin akan peran itu, tetapi juga terus mengembangkan peran pentingnya,” tuturnya.
Dorong Akselerasi Investasi
Di bidang ekonomi, Steinmeier menyampaikan harapan agar perundingan Indonesia–Uni Eropa Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang telah ditandatangani dapat segera diratifikasi oleh Jerman.
Ia meyakini perjanjian tersebut akan membuka peluang investasi baru, memperkuat kerja sama inovasi, serta memberikan manfaat bagi dunia usaha di kedua negara.
“Perjanjian ini mengandung potensi yang sangat besar. Dan dengan itu dimungkinkan investasi baru dan juga memberi peluang bagi perusahaan kecil dan menengah dari Jerman untuk mereka dibuka jalan untuk mengadakan investasi di Indonesia,” jelasnya.
“Bapak Presiden, Yang Mulia, saya rasa itu menguntungkan bagi kedua belah pihak, bagi kedua negara kita,” ungkap Steinmeier.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.









