Asa petenis andalan Indonesia, Aldila Sutjiadi, untuk merengkuh gelar juara di ajang Maroko Open 2026 harus tertunda.
Berpasangan dengan petenis veteran Vera Zvonareva, ganda putri unggulan teratas ini harus puas mengakhiri turnamen sebagai runner-up setelah menelan kekalahan dramatis pada babak final WTA 250 Rabat, Jumat (22/5).
Menghadapi pasangan gado-gado Belgia/Hong Kong, Magali Kempen/Eudice Chong, Aldila/Vera dipaksa menyerah lewat pertarungan tiga set yang berujung pada super tie-break dengan skor akhir 3-6, 6-2, 6-10.
Jalannya Pertandingan yang Alot
Laga puncak di lapangan tanah liat ini berlangsung dengan tensi tinggi. Meski Aldila/Vera sukses mencatatkan satu ace dan tampil bersih tanpa kesalahan ganda (double fault), hal tersebut belum cukup untuk meredam agresivitas Kempen/Chong yang tengah berada di puncak performa.
Pada set pertama, pasangan Kempen/Chong tampil sangat solid. Mereka mencatatkan persentase servis pertama mencapai 81,8 persen dan tampil tenang dengan menyelamatkan sejumlah break point krusial untuk merebut set pembuka dengan skor 6-3.
Tertinggal satu set, mentalitas juara Aldila/Vera mulai berbicara pada set kedua. Mereka membalikkan keadaan dengan memborong tiga gim secara beruntun. Sempat memimpin nyaman 4-1 dan kecolongan satu gim, unggulan pertama ini kembali mendominasi permainan untuk mengamankan set kedua dengan skor 6-2, sekaligus memaksakan digelarnya super tie-break.
Drama sesungguhnya terjadi pada babak penentuan. Pertarungan berjalan sangat ketat hingga kedudukan imbang 4-4. Namun, Kempen/Chong kembali menemukan sentuhan mematikan mereka. Mengandalkan efektivitas servis pertama yang menyentuh angka 87,5 persen, mereka melesat memimpin 7-5 sebelum akhirnya mengunci gelar juara dengan kemenangan 10-6.
Perbedaan Rute Menuju Final
Trofi Maroko Open 2026 ini menjadi klimaks dari perjalanan mulus Kempen/Chong. Sepanjang turnamen, mereka tidak pernah sekalipun harus melewati ujian super tie-break, termasuk saat menyingkirkan unggulan keempat, Anastasia Detiuc/Irina Khromacheva, di fase semifinal.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan rute berliku yang harus dilalui Aldila/Vera. Sebagai unggulan pertama, stamina mereka benar-benar diuji karena harus bertarung dalam tiga laga super tie-break sejak melewati babak pertama ajang pemanasan menuju Grand Slam Roland Garros ini.
Pencapaian Terbaik Aldila di Musim 2026
Kendati gagal mengangkat trofi juara, menembus final Maroko Open merupakan lompatan prestasi tertinggi Aldila Sutjiadi sepanjang musim 2026. Sebelumnya, laju terjauh petenis putri nomor satu Indonesia ini hanya sebatas babak perempat final, yakni pada:
WTA 250 Auckland (Januari)
WTA 250 Hobart (Januari)
WTA 1000 Madrid (April)
Status runner-up di WTA 250 Rabat ini juga semakin mempertegas nama Aldila di kancah tenis elit dunia. Capaian ini menambah panjang rekam jejak impresifnya sebagai finalis ajang WTA Tour, melengkapi portofolio gemilangnya pada:
WTA 500 Guadalajara 2025 (bersama Giuliana Olmos)
WTA 500 Strasbourg 2024 (bersama Asia Muhammad)
WTA Elite Trophy Zhuhai 2023 (bersama Miyu Kato)
WTA 250 Hamburg 2022 (bersama Miyu Kato)











