Jamie Donley dari Irlandia Utara beraksi melawan Manuel Locatelli dari Italia, sementara manajer Italia Gennaro Gattuso memperhatikan, selama pertandingan semifinal play-off Piala Dunia FIFA 2026 antara Italia dan Irlandia Utara di New Balance Arena di Bergamo, Italia. (Foto: Ben McShaneSportsfile via Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso, langsung mengalihkan fokusnya usai timnya menundukkan Irlandia Utara 2-0. Juru taktik Gli Azzurri itu melontarkan peringatan keras kepada anak asuhnya jelang partai hidup mati melawan Bosnia dan Herzegovina di final play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kepastian lawan Italia ini didapat setelah Bosnia sukses menyingkirkan Wales lewat drama adu penalti. Sebelumnya, kapten gaek Edin Dzeko menjadi pahlawan dengan gol penyeimbangnya yang memaksa laga di Cardiff berakhir imbang 1-1 selama 120 menit.
Partai final play-off perebutan tiket ke Piala Dunia ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Bilino Polje, Zenica, pada Selasa, 31 Maret mendatang.
“Atmosfer pertandingannya nanti pasti akan sangat panas. Walaupun seandainya kami harus tandang ke Cardiff, situasinya kurang lebih akan serupa,” ungkap Gattuso dalam konferensi pers pascapertandingan di Stadio di Bergamo, Kamis (26/3) malam waktu setempat.
“Ada banyak pemain sarat pengalaman di skuad Bosnia, sangat berbeda dengan Wales. Bosnia bertahan dengan sangat rapat dan mengandalkan para penyerang mereka. Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit, sama seperti yang kami hadapi malam ini,” tegas mantan gelandang tangguh AC Milan tersebut.

Evaluasi Taktik dan Sentil Kesalahan Pemain
Meski menang atas Irlandia Utara lewat gol Sandro Tonali dan Moise Kean di babak kedua, Gattuso secara blak-blakan menyoroti performa buruk timnya pada 45 menit pertama. Ia mengakui para pemainnya kerap salah mengambil keputusan taktis yang membuat skema permainan macet.
“Terlepas dari tekanan yang ada, kami melakukan kesalahan di babak pertama. Manuel Locatelli bermain terlalu dalam, sehingga Gianluca Mancini malah bertindak seperti bek sayap. Itu sama sekali bukan taktik yang kami persiapkan,” keluh Gattuso.
“Kami seharusnya menarik gelandang mereka maju dan mengalirkan bola ke penyerang, tetapi kami malah terus memaksakan bola ke sisi kanan. Mentalitas dan taktik kami di babak pertama benar-benar tidak sesuai harapan.”

Pujian untuk Suporter dan Update Cedera Bastoni
Dalam kesempatan tersebut, Gattuso juga bersyukur laga krusial ini digelar di Bergamo yang memiliki kapasitas stadion lebih kecil, bukan di stadion raksasa dengan 70.000 penonton. Menurutnya, atmosfer penonton Bergamo sangat membantu menjaga mental tim saat bermain buruk di babak pertama, menghindarkan pemain dari tekanan cemoohan suporter sendiri.
Terkait kondisi kebugaran pemain jelang lawatan ke markas Bosnia, Gattuso memberikan pembaruan soal bek Alessandro Bastoni yang ditarik keluar lebih awal.
“Saya jujur, Bastoni sudah absen hampir tiga minggu dan tidak berlatih. Setelah dia mendapat kartu kuning, saya lebih memilih untuk tidak mengambil risiko lebih jauh. Dalam situasi normal, saya tidak akan memaksakannya bermain sejak awal. Sekarang kami harus memulihkan diri secepat mungkin,” pungkasnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













