Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan Aceh berkolaborasi dalam penguatan organisasi dan pemberdayaan perempuan berbasis usaha mikro kecil menengah (UMKM). Kolaborasi itu terjadi saat DPW Aceh berkunjung ke DWP Jawa Barat, sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antar-organisasi perempuan di Indonesia.
Wakil Ketua II DWP Jawa Barat Hilya Aini Sumasna mengapresiasi inisiatif kunjungan ini, karena kerja sama antar-provinsi dapat menjadi kekuatan penting dalam peningkatan kapasitas perempuan Indonesia.
“Silaturahim ini merupakan langkah strategis untuk mempererat komunikasi dan memperkaya wawasan kedua belah pihak dalam pengembangan UMKM dan organisasi,” kata Hilya, Senin (17/11/2025).
Pertemuan tersebut juga membahas terkait beberapa peluang kerja sama dalam pelatihan keterampilan, pemasaran produk, dan pertukaran praktik baik antardaerah ke depannya.
“UMKM Jawa Barat memiliki kualitas sangat baik dan didukung dengan sistem pembinaan yang kuat. Kami hadir untuk belajar dan melihat langsung praktik baik yang sudah berjalan,” kata Ketua Ketua DWP Aceh Malahayati M Nasir.
Pertemuan ini mengangkat tiga tema penting, yaitu penguatan organisasi perempuan, pemberdayaan perempuan berbasis UMKM, serta penguatan silaturahim antarprovinsi.
Malahayati menyampaikan, Jawa Barat sebagai kunjungan kerja pertamanya, karena keberhasilan mereka dalam mengembangkan UMKM secara inovatif dan berkelanjutan.
Langkah ini dilakukan karena DWP Aceh sedang memperkuat peran anggota melalui pelatihan dan pendampingan UMKM dalam rangka penguatan ekonomi perempuan tanah rencong.
“Sehingga, pertukaran pengetahuan ini sangat relevan untuk mempercepat penguatan ekonomi perempuan di Aceh,” ujarnya.
Dari pertemuan ini, keduanya bersepakat bahwa pemberdayaan perempuan melalui UMKM harus menjadi agenda berkelanjutan, mengingat sektor ini terbukti mampu menjaga stabilitas ekonomi keluarga dan daerah.
Pertemuan tersebut juga membahas terkait beberapa peluang kerja sama dalam pelatihan keterampilan, pemasaran produk, dan pertukaran praktik baik antardaerah ke depannya.













