Didorong Institusi Besar, Teknologi Blockchain Dinilai Bawa Transparansi Baru di Pasar Modal

Ibnu Medium.jpeg

Senin, 23 Februari 2026 – 19:00 WIB

Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad. (Foto: Pintu)

Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad. (Foto: Pintu)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Mengikuti tren pertumbuhan pasar Real World Asset (RWA) yang kian pesat, platform investasi aset kripto PT Pintu Kemana Saja (PINTU) resmi menambahkan 10 tokenized assets (aset yang ditokenisasi) global ke dalam daftar perdagangannya. Ekspansi ini dilakukan seiring dengan total nilai pasar tokenisasi RWA secara on-chain yang kini telah mencapai US$25,03 miliar atau sekitar Rp423 triliun.

Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad, menjelaskan bahwa penambahan kesepuluh aset tersebut dijadwalkan pada periode Februari hingga Maret 2026.

Deretan token baru yang dapat diperdagangkan pengguna meliputi:

  • Mastercard (MAX)
  • JPMorgan Chase (JPMX)
  • Chevron (CVXX)
  • Advanced Micro Devices (AMDX)
  • iShares 20+ Year Treasury Bond ETF (TLTX)
  • Eli Lilly (LLYX)
  • iShares Core US Aggregate Bond ETF (AGGX)
  • iShares Core MSCI EAFE ETF (IEFAX)
  • UnitedHealth (UNHX)
  • PepsiCo (PEPX)

“Pilihan tokenisasi aset ini memungkinkan investor crypto bisa melakukan diversifikasi aset tidak hanya ke proyek-proyek berbasis crypto, tapi tokenized asset pilihan seperti saham, Exchange Traded Fund (ETF), perak, hingga emas, yang seluruhnya dapat diakses dengan mudah di aplikasi PINTU,” ujar Iskandar di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Mengutip data dari rwa.xyz, Iskandar memaparkan bahwa adopsi RWA terus mencatatkan pertumbuhan positif. Sektor ini bahkan menjadi salah satu sorotan utama dalam konferensi Consensus Hong Kong, di mana partisipasi institusi besar dinilai menjadi motor penggerak utamanya.

Pemanfaatan teknologi blockchain pada aset dunia nyata menawarkan efisiensi penyelesaian transaksi yang lebih cepat serta transparansi tinggi, mengingat seluruh riwayat tercatat dan dapat diverifikasi secara terbuka.

Dengan penambahan puluhan aset tokenisasi tersebut, aplikasi PINTU yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini menawarkan lebih dari 300 aset kripto.

“Ke depan, melihat potensi besar dari perkembangan tokenisasi aset, kami akan terus menghadirkan beragam pilihan aset crypto yang relevan agar pengguna PINTU dapat melakukan diversifikasi portofolio lebih optimal serta mengakses kesempatan investasi aset global dengan lebih mudah,” tutup Iskandar.