Biznet Targetkan Pertumbuhan 30 Persen di 2026, Fokus B2C dan Kesiapan Jaringan Lebaran

Ibnu Medium.jpeg

Rabu, 4 Maret 2026 – 03:15 WIB

Senior Manager Marketing Biznet, Adrianto Sulistyo (tengah) dan Yasmin Unsulangi, Vice President Territory Jakarta, memaparkan capaian dan perkembangan perusahaan dalam sesi media gathering di Jakarta, Selasa (3/3/2026). (Foto: inilah.com/inu)

Senior Manager Marketing Biznet, Adrianto Sulistyo (tengah) dan Yasmin Unsulangi, Vice President Territory Jakarta, memaparkan capaian dan perkembangan perusahaan dalam sesi media gathering di Jakarta, Selasa (3/3/2026). (Foto: inilah.com/inu)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Penyedia layanan internet tetap (fixed broadband) Biznet menyiapkan langkah antisipatif menghadapi lonjakan trafik internet selama Ramadan dan Idulfitri 2026. Perusahaan memastikan kesiapan infrastruktur serta tim teknis untuk menjaga stabilitas layanan selama periode libur panjang.

Senior Manager Marketing Biznet, Adrianto Sulistyo, mengatakan momen Lebaran identik dengan peningkatan aktivitas digital, khususnya di kota-kota tujuan mudik. Pergerakan masyarakat ke daerah dinilai turut memicu lonjakan kebutuhan konektivitas internet rumah.

“Perihal Lebaran, kami sadar bahwa kami bergerak di bidang jasa layanan. Tim tetap stand-by di lapangan untuk menjaga infrastruktur agar tetap terhubung,” ujar Adrianto dalam media gathering, Selasa (3/3/2026).

Menurut dia, Biznet memastikan tim teknis tetap siaga selama periode Ramadan dan Idulfitri guna mengantisipasi gangguan jaringan dan memastikan konektivitas pelanggan tetap stabil.

Selain kesiapan operasional, perusahaan juga menyiapkan program promosi khusus Idulfitri, termasuk pembebasan biaya instalasi bagi pelanggan baru di area yang telah terjangkau jaringan Biznet.

“Kalau ada yang ingin menggunakan internet di kota tujuan mudik dan area tersebut sudah ter-cover Biznet, akan ada promo juga, termasuk free biaya instalasi,” katanya.

Dari sisi kapasitas jaringan, Biznet memastikan kesiapan bandwidth untuk menghadapi peningkatan trafik. Adrianto menyebut perangkat yang digunakan pelanggan saat ini telah mendukung kecepatan hingga 1 gigabit per second (Gbps), sehingga dinilai cukup untuk menopang kebutuhan streaming, komunikasi video, hingga aktivitas digital lainnya selama libur Lebaran.

Secara kinerja bisnis, Biznet mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 30 persen sepanjang 2025. Kenaikan tersebut didorong terutama oleh meningkatnya kebutuhan internet rumah tangga serta usaha kecil.

Memasuki 2026, perseroan memproyeksikan penjualan masih akan didominasi oleh segmen ritel atau business to consumer (B2C). Saat ini, komposisi pendapatan Biznet sekitar 70 persen berasal dari B2C, sementara segmen business to business (B2B) berkontribusi sekitar 30 persen.

Adrianto menjelaskan, sejak pandemi tren pertumbuhan pendapatan terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun, secara komposisi pelanggan, porsi B2C semakin dominan dibandingkan B2B.

“Dari sejak pandemi, top line terus naik. Total revenue naik, tetapi secara komposisi pelanggan, B2C lebih banyak dibandingkan B2B,” ujarnya.

Biznet menargetkan pertumbuhan pendapatan pada 2026 tetap berada di kisaran yang sama dengan capaian 2025, dengan fokus utama pada penguatan layanan ritel dan kesiapan infrastruktur jaringan.