Layar gawai wartawan memperlihatkan Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Alexander Sabar (kanan) bersama Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi Fifi Aleyda Yahya (kiri) menyampaikan keterangan pers terkait judi online, di Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Senin (29/6/2026). (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengungkap modus baru penyebaran promosi judi online yang kini menyasar pengguna media sosial melalui kolom komentar di berbagai platform digital.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi Alexander Sabar mengatakan aktivitas tersebut mengalami lonjakan signifikan dalam dua pekan terakhir, terutama bertepatan dengan penyelenggaraan 2026 FIFA World Cup.
“Terdapat peningkatan lonjakan konten terkait judi online sebanyak 128 persen dalam dua pekan terakhir dibandingkan periode Januari hingga 13 Juni 2026,” kata Alexander dalam konferensi pers di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Senin.
Menurutnya, lonjakan tersebut merupakan bagian dari aktivitas jaringan terorganisasi lintas negara yang memanfaatkan sistem otomatis atau bot untuk memantau aktivitas media sosial secara real time.
“Lonjakan ini merupakan bagian dari aktivitas terorganisir transnasional yang memanfaatkan sistem otomatis, mesin, atau bot untuk memantau media sosial secara real-time. Ketika unggahan akun dengan jangkauan tinggi mengalami peningkatan interaksi, sistem tersebut menyebarkan komentar berisi promosi maupun tautan menuju situs judi online secara otomatis,” ujarnya.
Berdasarkan data Kemkomdigi, sepanjang 1-28 Juni 2026 pemerintah telah menangani sebanyak 126.180 konten judi online di ruang digital.
Mayoritas temuan berasal dari situs web dengan total 111.279 konten yang telah diblokir pemerintah. Namun, Alexander menilai penyebaran promosi melalui kolom komentar media sosial justru menjadi modus baru yang lebih agresif untuk menjaring korban.
“Pergeseran modus ini menjadi hal yang membutuhkan awareness dari kita semua. Kami benar-benar berharap masyarakat tidak berinteraksi dengan mereka yang melakukan promosi judi online di kolom komentar,” katanya.
Manfaatkan Momentum Piala Dunia
Alexander menjelaskan pelaku memanfaatkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia 2026 untuk menawarkan berbagai bentuk taruhan olahraga.
Promosi tersebut banyak ditemukan di Instagram, Facebook, dan TikTok menggunakan akun palsu yang dijalankan secara otomatis oleh bot.
Hasil pemantauan Kemkomdigi menunjukkan sebagian besar akun tersebut diduga beroperasi dari India dan Brasil.
Target utama mereka adalah akun media sosial dengan jumlah pengikut besar dan tingkat interaksi tinggi agar promosi dapat menjangkau lebih banyak pengguna.
“Pola ini ditandai dengan komentar berulang yang menyertakan variasi kata kunci dan tagar untuk menghindari sistem moderasi otomatis dari platform,” ujar Alexander.
Beberapa kata kunci yang ditemukan antara lain RAWIT BET, BARA13, dan KABUL. Kemkomdigi menyatakan seluruh kata kunci tersebut telah dimasukkan ke dalam sistem pemblokiran pemerintah.
Selain melakukan pemblokiran situs dan kata kunci, Kemkomdigi juga terus berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta aparat penegak hukum.
Koordinasi tersebut mencakup penutupan rekening bank maupun dompet digital yang teridentifikasi digunakan untuk mendukung aktivitas perjudian online.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













