Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berbincang dengan pedagang di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta, Selasa (17/3/2026). (Foto: ANTARA/Luqman Hakim).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Di tengah meningginya kekhawatiran akan meroketnya harga minyak dunia, dampak dari perang Iran yang dikeroyok zionis Israel dengan Amerika Serikat (AS), Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi sadewa masih memiliki ‘cadangan’ optimistisnya.
Tak sedang bercanda, eks Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu, meyakini pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026, bakal di atas 5,5 persen. Tepatnya bertengger di kisaran 5,6-5,7 persen. Widih, tinggi sekali.
Acuan Purbaya adalah pergerakan roda perekonomian saat momentum puasa, hingga lebaran pada tahun ini. “Kalau angka terakhir, pertumbuhan bisa 5,6 sampai 5,7 persen. Itu sudah lumayan bagus,” kata Purbaya, usai salat Id di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan, Sabtu (21/3/2026).
Menurut Purbaya, tekanan global sejauh ini belum berdampak signifikan terhadap perekonomian domestik karena telah diantisipasi pemerintah. Stabilitas terus dijaga agar aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.
Ia juga meninjau langsung aktivitas perdagangan di sejumlah pasar tradisional, seperti Tanah Abang di Jakarta dan Pasar Beringharjo di Yogyakarta.
Dari hasil pantauannya, aktivitas jual beli menjelang Lebaran terpantau ramai, mencerminkan konsumsi yang masih cukup kuat.
“Kalau saya lihat situasinya ramai, daya beli masih cukup,” katanya.
Meski demikian, Purbaya mengakui masih ada pelaku usaha yang terdampak pandemi Covid-19, terutama terkait beban utang hasil restrukturisasi yang masih tinggi bunganya.
Pemerintah kini mengkaji opsi restrukturisasi lanjutan melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP), dengan tenor lebih panjang dan bunga lebih rendah.
Secara keseluruhan, ia menegaskan kondisi konsumsi masyarakat tetap terjaga, tercermin dari tingginya aktivitas di pasar meski periode Lebaran telah melewati puncak belanja.
Dukungan Kadin
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang mengatakan, konsumsi rumah tangga selama libur Lebaran, meningkat 10 persen hingga 15 persen. Peningkatan tersebut diyakini ikut memperbesar perputaran uang di masyarakat dan menopang aktivitas ekonomi pada awal tahun.
“Perputaran uang selama perayaan dan libur Idul Fitri 1447 H dengan konsumsi rumah tangga yang melonjak rata-rata 10-15 persen, menjadi momentum untuk mengerek pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I-2026 yang ditargetkan sebesar 5,4 persen sampai 5,5 persen,” tutur Sarman dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, optimisme tersebut juga ditopang oleh rangkaian momentum konsumsi sejak awal tahun, mulai dari libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 hingga perayaan Tahun Baru Imlek pada Februari lalu.
Dengan kombinasi momentum tersebut, Kadin menilai peluang tercapainya target pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini cukup terbuka.
“Maka kami sangat optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 dapat mencapai target,” tambahnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












