Banjir Bandang Terjang Nepal: Korban Bertambah jadi 475 Jiwa, 10.000 Keluarga Kehilangan Rumah

Ikhsan Medium.jpeg

Jumat, 28 Agustus 2026 – 17:55 WIB

Foto udara suasana rumah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Nuwakot, Nepal, Kamis (27/8/2026). (Foto: Xinhua/Sulav Shrestha)

Foto udara suasana rumah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Nuwakot, Nepal, Kamis (27/8/2026). (Foto: Xinhua/Sulav Shrestha)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang dahsyat yang menerjang Nepal terus melonjak drastis. Hingga Jumat (28/8/2026), kepolisian setempat mencatat sedikitnya 475 orang meninggal dunia, sementara ratusan warga lainnya masih hilang tersapu arus dan material lumpur.

Bencana mematikan ini berawal pada Rabu lalu (26/8/2026) ketika air bah menerjang Sungai Bhotekoshi di kawasan pegunungan. Analisis citra satelit menunjukkan, banjir bandang terpicu oleh rontoknya bongkahan es raksasa dari gletser Himalaya, sekitar 20 kilometer di timur laut perlintasan perbatasan Rasuwa-Rasuwagadhi.

Longsoran ton-tonan es dan batu yang jatuh menghantam aliran sungai memicu gelombang air bah secara mendadak, setelah kawasan tersebut sempat diguncang gempa bumi dan tanah longsor.

Desa dan Pasar Lenyap Disapu Bah

Dampak terjangan air bah ini dinilai sangat masif. Kepala Delegasi Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) di Nepal, David Fisher, mengungkapkan bahwa seluruh kawasan pemukiman warga lumpuh total. Bahkan, beberapa desa dan area pasar hilang tanpa sisa diterjang arus deras.

Juru bicara IFRC, Tommaso Della Longa, menyebut kondisi di lapangan berada pada tingkatan ‘katastropik’. Sedikitnya 10.000 keluarga diperkirakan kehilangan tempat tinggal dalam sekejap.

Upaya bantuan berjalan sangat berat lantaran akses darat terputus total. Banyak jalan utama dan jembatan hancur, jaringan komunikasi mati, sehingga beberapa pemukiman kini hanya bisa dijangkau lewat udara.

4.000 Prajurit Dikerahkan, Helikopter Sisir Lokasi Terisolasi

Merespons krisis ini, tentara Nepal menerjunkan sekitar 4.000 personel militer ke titik-titik bencana. Fokus utama saat ini adalah membuka jalur logistik dan menyelamatkan warga yang terjebak di area terisolasi.

Juru bicara Angkatan Darat Nepal, Raja Ram Basnet, menyampaikan bahwa hingga Kamis kemarin tim SAR udara berhasil mengevakuasi 336 orang menggunakan helikopter. Dari jumlah tersebut, 45 di antaranya merupakan wisatawan asing yang terjebak di wilayah pegunungan.

Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus digenjot mengingat ratusan orang dilaporkan belum ditemukan di tengah kondisi medan yang masih sangat berbahaya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang