Ada Perubahan Strategi, Purbaya Sebut Anggaran Program MBG Berpotensi Turun

Vonita Medium.jpeg

Senin, 20 Juli 2026 – 22:24 WIB

 Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresiden, Jakarta, Senin (20/7/2026). (Foto: Antara/Maria Cicilia Galuh)

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresiden, Jakarta, Senin (20/7/2026). (Foto: Antara/Maria Cicilia Galuh)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengisyaratkan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun ini berpotensi mengalami penyesuaian. Pemerintah masih mengkaji strategi pendanaan sebelum menetapkan besaran anggaran final.

Usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026), Purbaya mengatakan akan lebih dulu bertemu dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, untuk membahas strategi pelaksanaan program MBG sepanjang tahun ini.

“Saya mau ketemu (Kepala BGN) minggu-minggu ini, mau lihat seperti apa akhirnya strateginya dia untuk tahun ini. Tapi yang jelas kemungkinan ada penurunan,” kata Purbaya.

Meski demikian, ia belum mengungkap besaran penyesuaian anggaran maupun pertimbangan pemerintah dalam mengevaluasi alokasi dana program tersebut.

Purbaya juga belum dapat memastikan isu yang menyebut anggaran MBG akan beririsan dengan dana pendidikan. Namun, menurutnya, skema tersebut semestinya tidak terjadi.

“Enggak tahu, akan saya cek lagi. Tapi enggak mestinya sih,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah mulai mengevaluasi kebutuhan anggaran MBG sebagai bagian dari upaya menjaga efektivitas belanja negara. Keputusan mengenai besaran anggaran akan ditetapkan setelah pembahasan lebih lanjut bersama Badan Gizi Nasional.

Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari menyebut adanya langkah efisiensi terkait anggaran program MBG. “Ya benar, kami sedang melakukan efisiensi atau refocusing anggaran. Angka pastinya menyusul,” kata Arumsari di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Sayangnya, Arumsari enggan menjelaskan terkait langkah-langkah BGN dalam upaya pengetatan ikat pinggang ini. Dia memastikan, hasilnya akan disampaikan kepada publik. “Nah, itu nanti dulu ya. Detailnya nanti kalau sudah siap, kami konferensi pers,” katanya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang