Stadio Sinigaglia Lolos Standar Liga Champions, Como Batal Pindah ke ‘Rumah’ Jay Idzes

Como 1907 resmi mengonfirmasi bahwa seluruh laga kandang mereka di Liga Champions 2026/2027 akan digelar di kandang reguler mereka, Stadio Sinigaglia, setelah rangkaian renovasi berhasil membawa stadion tersebut memenuhi standar UEFA.

Kepastian ini mengakhiri ketidakpastian yang sempat membayangi klub milik pengusaha Indonesia Hartono bersaudara tersebut, setelah mereka lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub pada akhir musim 2025/2026.

Sempat Terancam Pindah 200 Km

Como sudah bermain di Stadio Sinigaglia hampir 100 tahun, sejak stadion tersebut dibangun pada 1927. Namun lonjakan cepat klub dari Serie B ke Liga Champions dalam tiga musim terakhir memunculkan kekhawatiran bahwa stadion mungil di tepi Danau Como itu tidak memenuhi standar yang dibutuhkan untuk menggelar laga Eropa musim 2026/2027.

Sempat muncul wacana bahwa Como harus menggelar laga kandang Liga Champions mereka di Mapei Stadium milik Sassuolo — sekitar 200 kilometer dari kota Como yang menjadi markas bermain Jay Idzes, kapten timnas Indonesia.

Namun klub akhirnya memastikan lewat pernyataan resmi pada Kamis bahwa mereka telah menuntaskan rangkaian renovasi untuk memenuhi persyaratan UEFA, sehingga tim tetap bisa bermain di kandang reguler mereka.

Pernyataan Resmi Klub

“Como 1907 dapat mengonfirmasi bahwa Stadio Giuseppe Sinigaglia telah resmi disetujui untuk menggelar laga kandang klub di Liga Champions UEFA 2026/2027,” demikian pernyataan di situs resmi klub.

Klub menekankan makna khusus dari kepastian ini bagi para pendukung. “Ini berarti sepak bola Liga Champions akan dimainkan di Sinigaglia, memungkinkan suporter Como merasakan musim pertama klub di kompetisi ini secara langsung, di tepi Danau Como.”

Untuk memenuhi persyaratan UEFA, sejumlah pekerjaan telah dirampungkan di stadion tersebut, termasuk pembangunan tribun baru serta peningkatan infrastruktur, keselamatan, dan fasilitas operasional.

Klub juga menyoroti nilai historis stadion tersebut. “Sinigaglia telah menjadi rumah Como 1907 selama hampir satu abad. Tempatnya di kota ini dan dalam kehidupan klub membuat kesempatan bermain di sini menjadi sangat istimewa.”

Pernyataan itu ditutup dengan ucapan terima kasih. “Como 1907 ingin berterima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja untuk mewujudkan hal ini, serta kepada para suporter atas kesabaran dan dukungan mereka yang berkelanjutan sepanjang proses ini. Kami menantikan untuk menyambut sepak bola Eropa ke Como, bersama-sama.”

Arti Penting bagi Suporter

Keputusan ini punya bobot emosional yang besar bagi basis pendukung Como.

Bila klub terpaksa memindahkan laga kandang Eropa mereka ke Sassuolo, para suporter setia yang telah menyaksikan perjalanan klub dari Serie B harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk menonton laga terbesar dalam sejarah tim mereka sendiri. 

Dengan kepastian ini, momen bersejarah debut Liga Champions Como bisa dirayakan langsung di kandang yang sama dengan tempat mereka menyaksikan perjalanan panjang klub selama hampir satu abad.

Bagi Cesc Fabregas dan skuadnya, kepastian venue kandang ini turut menjadi modal penting menjelang laga-laga besar yang akan mereka jalani musim ini melawan klub-klub raksasa Eropa.