Diva pop Indonesia, Kris Dayanti, ditemani oleh putrinya, Amora Lemos, saat ditemui di Mal Gandaria City, Jakarta Selatan, Minggu (16/8/2026). (Foto: Inilah.com/Nuzulur Rakhmah)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Diva pop Tanah Air, Kris Dayanti, kembali mendapat kepercayaan istimewa dari negara. Ia didapuk menjadi salah satu pengisi acara dalam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia yang digelar di Istana Merdeka, Senin (17/8/2026).
Berbagai persiapan matang pun sudah dilakoni oleh perempuan yang akrab disapa KD ini agar bisa memberikan performa maksimal di hadapan Presiden dan jajaran tamu VVIP. Rencananya, ia tak akan tampil sendirian.
“Besok saya akan perform di upacara pagi, bersama teman-teman penyanyi solois perempuan,” ujar KD saat dijumpai di Mal Gandaria City, Jakarta Selatan, Minggu (16/8/2026).
Kesempatan kembali bernyanyi di Istana tentu menjadi momen spesial bagi pelantun lagu Menghitung Hari tersebut. Namun, di balik kebanggaan itu, KD membawa sebuah pesan penting yang membumi tentang kondisi masyarakat di usia bangsa yang sudah menginjak 81 tahun ini.
Bukan Sekadar Pesta, Kesejahteraan adalah Nyawa Kemerdekaan
Bagi KD, gemerlap perayaan kemerdekaan tidak boleh menutupi realitas di lapangan. Ia menaruh harapan besar agar di usia ke-81 tahun ini, kue kemerdekaan benar-benar bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya menyangkut urusan perut dan kualitas hidup.
“Ya, mudah-mudahan di 81 tahun kemerdekaan kita, semakin banyak anak-anak Indonesia yang sehat, pintar, orang-orang tua yang jauh lebih sejahtera untuk keluarga-keluarga Indonesia,” tuturnya lugas.
Sebelumnya, lewat unggahan di akun Instagram pribadinya @krisdayantilemos, KD juga sempat membagikan momen saat dirinya sibuk gladi resik di Istana. Lewat kolom caption, ia melempar sentilan halus namun menohok. Ia mengajak publik untuk tidak sekadar larut dalam euforia pesta kemerdekaan, melainkan menjadikannya ajang kontemplasi.
“Menjelang HUT Kemerdekaan, suasana kegembiraan tentu patut kita rasakan, tetapi akan semakin bermakna bila disertai refleksi. Kita bersyukur atas jalan panjang perjuangan bangsa dan segala kemajuan yang telah dicapai, namun di saat yang sama, kita tidak boleh kehilangan empati terhadap berbagai keprihatinan yang masih dirasakan sebagian rakyat,” tulisnya.
Indonesia Kuat tak Boleh Tinggalkan Rakyatnya
Lebih jauh, KD mengingatkan bahwa makna sejati dari kata merdeka jauh melampaui seremoni pengibaran bendera setahun sekali. Ada tanggung jawab besar yang masih harus dipikul bersama, yakni menghadirkan keadilan sosial dan kesetaraan nasib bagi rakyat kecil.
“Kemerdekaan bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang tanggung jawab untuk terus menghadirkan keadilan, kesejahteraan, kesempatan yang setara, serta kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas anggota DPR RI periode 2019-2024 itu.
Menutup pesannya, KD merangkum esensi perayaan 17 Agustus dengan kalimat yang cukup menyentuh hati. Ia percaya bahwa kekuatan sebuah negara justru diukur dari sejauh mana negara itu memeluk rakyatnya yang paling bawah.
“Mari merayakan dengan sukacita, mengenang perjuangan dengan rasa syukur, dan memaknai kemerdekaan dengan kepedulian. Karena Indonesia yang kuat adalah Indonesia yang tidak meninggalkan rakyatnya. Dirgahayu Republik Indonesia. Merdeka bukan hanya untuk dirayakan, tetapi untuk terus diperjuangkan maknanya,” pungkasnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












