Penyanyi kenamaan Yura Yunita kembali menjajal sisi lain dalam karier musiknya. Pelantun tembang Tutur Batin itu dipastikan ikut ambil bagian dalam perhelatan kolosal Pagelaran Sabang Merauke bertajuk Hikayat Srikandi Nusantara.
Keikutsertaan untuk ketiga kalinya ini diakui Yura bukan sekadar urusan tampil di atas panggung hiburan biasa. Pertunjukan seni ini selalu berhasil memaksa dirinya keluar dari zona nyaman sebagai seorang musisi.
“Aduh rasanya kembali ke Pagelaran Sabang Merauke tuh kembali ke atmosfer yang begitu magis gitu aku rasanya. Aku sebagai seniman rasanya belum pernah bisa menemukan tempat eksplorasi seluas ini dan semagis ini,” kata Yura saat berbincang di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Sensasi Masuk Dimensi Lain dan Atmosfer Magis
Yura tak menampik bahwa setiap proses kreatif yang dilaluinya di pagelaran ini terasa amat emosional. Tantangan demi tantangan yang disodorkan bukannya bikin ciut, melainkan justru melecut semangatnya untuk mengeksplorasi batas kemampuan seni dalam dirinya.
Ia menggambarkan pengalaman latihannya seperti berpindah ke alam lain yang penuh dengan kejutan kebudayaan.
“Jadi rasanya terlibat di sini tuh seperti jadi ruang dimensi lain. Terus mendorong kita untuk bisa bereksplorasi keluar dari zona nyaman karena banyak sekali tantangan yang selalu bikin aku rasanya menjadi excited,” tutur Yura antusias.
Perankan Tokoh Mahadewi, Simbol Keteguhan Perempuan
Dalam pertunjukan Hikayat Srikandi Nusantara kali ini, Yura dipercaya membawakan peran krusial sebagai sosok Mahadewi. Karakter ini menjadi cerminan dari keberanian, kelembutan, sekaligus keteguhan jiwa perempuan-perempuan di Nusantara.
Menariknya, Yura merasa ada benang merah yang sangat dekat antara karakter Mahadewi dengan pesan-pesan moral yang kerap ia suarakan lewat lagu-lagunya selama ini.
“Karena aku sebagai musisi dengan karakterku, dengan juga karakter Mahadewi yang diperankan juga rasanya punya pesan-pesan yang selaras untuk bisa terus berani, untuk bisa tetap lembut tapi juga penuh kekuatan dan keberanian,” ungkapnya.
Merinding Saksi Keringat 1.700 Seniman di Yogyakarta
Bukan cuma soal peran, proses latihan intensif yang dijalani di Yogyakarta juga menyisakan kesan mendalam bagi Yura. Ia mengaku merinding saat melihat langsung bagaimana dedikasi total ribuan penari, penyanyi, hingga penabuh musik tradisional berbaur menyatukan energi.
Bayangan ribuan pekerja seni yang menumpahkan keringat demi kebudayaan Indonesia itu diakuinya sanggup membuat bulu kuduk berdiri.
“Jadi bayangkan ada 1.700 orang yang terlibat memberi nyawanya, memberi cintanya untuk Indonesia. Wah itu merindingnya tuh enggak bisa dijelasin kata-kata,” pungkas Yura haru.
Pementasan megah Pagelaran Sabang Merauke Hikayat Srikandi Nusantara sendiri dijadwalkan menyapa publik pada 21-23 Agustus 2026 mendatang di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta. Yura berharap energi dan gelora cinta tanah air dari panggung tersebut bisa menular langsung ke dada para penonton.













