Hari Kebaya Nasional: Kebaya Jangan Cuma Buat Kondangan, Harusnya Dipakai Sehari-hari

Haris_Medium_dfc3c72d48.avif

Jumat, 24 Juli 2026 – 15:49 WIB

Elyn (tengah) Koordinator Komunitas Nagasari Ukulele dan rekan-rekannya saat hadir di peringatan Hari Kebaya Nasional (HKN) ke-3 di Senayan, Jakarta, Jumat (24/7/2026). (Dokumentasi: Harris/Inilah.com)

Elyn (tengah) Koordinator Komunitas Nagasari Ukulele dan rekan-rekannya saat hadir di peringatan Hari Kebaya Nasional (HKN) ke-3 di Senayan, Jakarta, Jumat (24/7/2026). (Dokumentasi: Harris/Inilah.com)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Peringatan Hari Kebaya Nasional yang jatuh,  Jumat (24/7/2026) hari ini, tak sekadar menjadi momentum untuk melestarikan budaya berpakaian tradisional. 

Lebih dari itu, kebaya diharapkan kembali menjadi bagian dari keseharian perempuan Indonesia, bukan hanya dikenakan saat menghadiri acara resmi atau kondangan.

Hal itu disampaikan Koordinator Komunitas Nagasari Ukulele, Elyn, menilai kebaya tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, busana khas Indonesia itu mampu beradaptasi tanpa meninggalkan nilai budaya yang melekat.

“Kebaya itu adalah ciri khas dari negara atau bangsa Indonesia. Jadi hampir semua suku punya kebaya,” ujar perempuan asal Yogyakarta itu kepada Inilah.com di peringatan Hari Kebaya Nasional (HKN) di Senayan, Jakarta.

Saat ditanya soal anggapan kebaya mulai ditinggalkan karena modernisasi, Elyn menegaskan kebaya justru terus mengikuti perkembangan tren.

“Masih, masih relevan. Karena kebaya itu menyesuaikan dengan perkembangan zaman,” katanya.

Ia menjelaskan, selain kebaya pakem yang biasa dikenakan pada acara adat dengan aturan tertentu, kini hadir kebaya kontemporer yang lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.

Senada, rekan Elyn, Safira, menyebut kebaya bukan hanya cocok dipakai dalam acara formal, tetapi juga bisa dikenakan untuk aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja.

“Ya kebaya itu fleksibel. Dipakai dalam suasana apa saja bisa, tinggal disesuaikan. Misalnya pilihan bahan materinya, kemudian modelnya,” ujarnya.

“Kalau kebaya pakem itu memang masih dipakai untuk acara-acara khusus, acara adat, atau acara yang sifatnya semiformal ke formal. Tapi kalau misalnya untuk dipakai keperluan sehari-hari, misalnya bekerja pun kita bisa pakai kebaya, disesuaikan saja bawahannya, sehingga mudah untuk kita bisa mobile. Saya harap kebaya jadi pakaian nasional kita lah, dipakai lagi sehari-hari,” katanya. 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang