Sheila Dara, Widyawati, Asri Welas, dan Sharon Silaban mengungkap makna kebaya usai membintangi film pendek Jalan Pulang yang tayang pada Hari Kebaya Nasional. (Foto: inilah.com/Wahyu)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Film pendek Jalan Pulang tidak hanya mengangkat kisah tentang kebaya sebagai warisan budaya Indonesia, tetapi juga memberikan pengalaman emosional bagi para pemainnya.
Mereka mengaku memperoleh sudut pandang baru bahwa kebaya bukan sekadar pakaian tradisional, melainkan simbol yang menyimpan cerita, kenangan, dan ikatan keluarga.
Pemeran utama Sheila Dara Aisha mengatakan dirinya tertarik membintangi film tersebut karena merasa kisah yang diangkat sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menurutnya, karakter Dara yang ia perankan mengalami perjalanan emosional dalam memahami arti kebaya.
“Saya merasa ceritanya sangat dekat. Dara awalnya hanya menganggap kebaya sebagai bagian dari pekerjaan, tetapi kemudian menemukan makna yang lebih dalam, termasuk tentang hubungannya dengan keluarga,” ujar Sheila dalam konferensi pers, Rabu (22/7/2026).
Sheila mengungkapkan selama ini kebaya identik dengan acara resmi seperti pernikahan atau pertemuan keluarga. Namun setelah terlibat dalam produksi Jalan Pulang, ia menyadari nilai kebaya jauh melampaui fungsi sebagai busana.
“Yang diwariskan bukan hanya kebayanya, tetapi juga cerita, momen, dan kenangannya. Itu yang membuat kebaya menjadi begitu istimewa,” katanya.
Pandangan serupa disampaikan aktris senior Widyawati. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan kebaya sejak masih kecil karena dibiasakan mengenakannya oleh sang ibu.
“Saya sejak kecil sudah dibiasakan memakai kebaya. Jadi kebaya sudah menjadi bagian dari diri saya sebagai orang Indonesia,” tutur Widyawati.
Menurutnya, kebaya merupakan bagian dari identitas bangsa yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak kehilangan makna di tengah perkembangan zaman.
Sementara itu, Asri Welas yang memerankan tokoh Madame Yati menilai setiap kebaya memiliki karakter, detail, dan nilai budaya yang berbeda-beda sesuai daerah asalnya.
“Setiap kebaya memiliki detail dan cerita masing-masing. Itulah kekayaan budaya yang harus kita jaga,” ujar Asri.
Dari perspektif generasi muda, Sharon Silaban mengatakan film Jalan Pulang menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Kadang kita tidak menyadari bahwa sesuatu yang dekat dengan kita, seperti kebaya, justru memiliki makna yang sangat besar. Kebaya bisa menjadi cara kita mengekspresikan identitas sebagai perempuan Indonesia,” katanya.
Melalui kisah para tokohnya, Jalan Pulang mengajak penonton melihat kebaya sebagai warisan budaya yang hidup melalui pengalaman, kenangan, dan nilai-nilai keluarga yang terus diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Film pendek produksi Bakti Budaya Djarum Foundation ini dijadwalkan tayang pada 24 Juli 2026 melalui kanal YouTube Indonesia Kaya, bertepatan dengan peringatan Hari Kebaya Nasional.
Melalui pendekatan yang lebih personal, Jalan Pulang berupaya menghidupkan kembali makna kebaya di tengah kehidupan masyarakat modern.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













