Pemakaman Ali Khamenei Tetap Dipadati Massa Meski AS Lancarkan Serangan Udara

Ikhsan Medium.jpeg

Jumat, 10 Juli 2026 – 05:16 WIB

Ratusan ribu orang berkumpul di sekitar kompleks makam Imam Reza di Kota Mashhad, Iran, menjelang prosesi pemakaman Ali Khamenei, Kamis (9/7/2026). (Foto: AFP)

Ratusan ribu orang berkumpul di sekitar kompleks makam Imam Reza di Kota Mashhad, Iran, menjelang prosesi pemakaman Ali Khamenei, Kamis (9/7/2026). (Foto: AFP)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ratusan ribu orang berkumpul di sekitar kompleks makam Imam Reza di Kota Mashhad, Iran, Kamis (9/7/2026) sore waktu setempat, saat prosesi pemakaman mendiang pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei, meskipun Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan udara.

Koresponden RIA Novosti melaporkan, pada Rabu (8/7/2026) hingga Kamis dini hari, militer AS melancarkan serangkaian serangan besar terhadap Iran.

Pasukan Iran kemudian melaporkan telah melakukan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait, sementara otoritas Iran menuduh Washington melanggar nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan.

Prosesi Pemakaman Sempat Tertunda

Jenazah Khamenei semula dijadwalkan tiba dari Kota Najaf, Irak, pada Kamis pukul 06.00 waktu setempat atau 08.00 WIB. Namun, prosesi pemakaman ditunda hingga pukul 14.00 waktu setempat atau 18.30 WIB, karena keterlambatan kedatangan jenazah.

Meski demikian, massa tetap memadati kawasan sekitar makam Imam Reza. Mereka meneriakkan slogan-slogan keagamaan sambil mengibarkan bendera Iran dan membawa foto-foto Khamenei.

“Saya datang ke Mashhad karena merasa harus berada di sini pada momen bersejarah ini. Apa pun situasinya, saya tidak bisa melewatkan kesempatan untuk memberikan penghormatan kepada pemimpin yang mengabdikan hidupnya bagi tanah air, melindungi, dan memajukannya,” kata salah seorang peserta kepada RIA Novosti.

Ribuan Pelayat Asing Padati Mashhad

Kerumunan massa menyebabkan jalan-jalan menuju kompleks makam dipadati pelayat. Aparat keamanan dan tim medis dikerahkan untuk mengamankan jalannya prosesi. Warga berbaris di kedua sisi jalan untuk menyaksikan iring-iringan jenazah.

Lembaga penyiaran Iran, IRIB, melaporkan lebih dari 4.700 pengunjung asing dari 27 negara telah tiba di Mashhad untuk menghadiri prosesi pemakaman tersebut.

Suksesi di Tengah Ketegangan

Khamenei wafat dalam serangan AS dan sekutu abadinya Israel di Teheran pada 28 Februari 2026. Setelah kematian Pemimpin Tertinggi Iran itu, putranya, Mojtaba Khamenei, terpilih sebagai pemimpin tertinggi baru Iran.

Sehingga sejak penunjukan tersebut, ia belum muncul di hadapan publik, tetapi telah menyampaikan sejumlah pernyataan kepada rakyat Iran yang dipublikasikan oleh media resmi Iran.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang