Tim Nasional Argentina nyaris menjadi korban kejutan terbesar dalam sejarah fase gugur Piala Dunia. Berstatus sebagai tim peringkat 1 FIFA, La Albiceleste harus bersusah payah melewati babak perpanjangan waktu (extra time) sebelum akhirnya menundukkan tim peringkat 67 dunia, Tanjung Verde (Cape Verde), dengan skor dramatis 3-2 pada laga babak 32 besar di Miami, Jumat (3/7) waktu setempat.
Kemenangan tipis ini tak lepas dari magis sang kapten, Lionel Messi, yang turut mencatatkan namanya di papan skor sekaligus memecahkan sejumlah rekor prestisius di pentas Piala Dunia 2026.
Perlawanan Heroik dan Gol Bunuh Diri Penentu
Argentina sejatinya tampil mendominasi dan sukses membuka keunggulan pada menit ke-29. Melalui sebuah proses yang indah, Messi mengontrol umpan Lisandro Martinez di dalam kotak penalti menggunakan kaki bagian luar, sebelum melepaskan sontekan cepat yang mengecoh kiper Tanjung Verde, Vozinha.
Namun, Tanjung Verde menolak menyerah. Kejutan datang pada menit ke-59 ketika tembakan mendatar Deroy Duarte sukses menaklukkan Emiliano Martinez, memaksa laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Di babak extra time, tensi permainan semakin memanas. Bek tengah Lisandro Martinez membawa Argentina kembali memimpin lewat tembakan keras memanfaatkan kemelut dari sepak pojok Messi. Akan tetapi, Tanjung Verde kembali menyamakan kedudukan secara sensasional pada menit ke-103 lewat tembakan melengkung Sidny Lopes Cabral dari sisi kiri yang bersarang di sudut jauh gawang.
Kutukan bagi Tanjung Verde akhirnya tiba di menit ke-111. Berawal dari skema bola mati yang dieksekusi Messi, bek Diney Borges yang bermaksud menghalau duel udara dengan Cristian Romero justru menyundul bola masuk ke gawangnya sendiri. Skor 3-2 ini bertahan hingga usai, berkat dua penyelamatan krusial Emiliano Martinez di menit-menit akhir demi mencegah gol penyeimbang ketiga dari wakil Afrika tersebut.
“Bagi saya, sangat berarti bisa berteman dengannya (Messi),” puji gelandang Rodrigo De Paul. “Persahabatan adalah salah satu hal terpenting yang kami miliki dan saya menganggap diri saya beruntung berada di sini, untuk berbagi momen ini dengannya.”
Deretan Rekor Sensasional Lionel Messi
Meski berhadapan dengan kiper veteran berusia 40 tahun, Vozinha, yang tampil luar biasa dengan melakukan rentetan penyelamatan gemilang, Messi tetap mampu mencuri panggung utama. Satu golnya di laga ini membuahkan tiga catatan rekor luar biasa:
Puncak Top Skor (Golden Boot): Messi kini mengoleksi 7 gol di Piala Dunia 2026, memimpin daftar pencetak gol terbanyak mengungguli Kylian Mbappe (6 gol), Erling Haaland (5 gol), dan Harry Kane (5 gol).
Rekor Cetak Gol Beruntun: Messi menahbiskan dirinya sebagai pemain pertama dalam sejarah yang selalu mencetak gol dalam 8 penampilan berturut-turut di Piala Dunia (total 12 gol dari 8 laga terakhirnya).
Penampilan Terbanyak Sepanjang Masa: Laga kontra Tanjung Verde ini menandai penampilan ke-30 Messi di Piala Dunia pria, memperlebar jarak dari rekor pesaing terdekatnya, Cristiano Ronaldo (26 penampilan).
Berkat kemenangan berdarah-darah ini, Argentina sukses mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dan menjaga asa mereka untuk kembali merengkuh trofi sepak bola paling bergengsi sejagat tersebut.












