Antisipasi lonjakan kebutuhan Lebaran 2026, Pertamina Patra Niaga tambah pasokan 23 juta tabung LPG 3 kilogram. (Foto: Dok. PT Pertamina Patra Niaga)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Jika tak ada aral melintang, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengganti LPG subsidi atau LPG melon dengan Compressed Natural Gas (CNG), dengan ukuran dan harga yang sama.
Katanya demi menghemat anggaran Rp130 triliun. Tapi, tabung khusus untuk CNG ini harus impor dari China. Waduh. “Ukuran dan harganya sama. Sekarang, simulasinya masih disamakan sehingga subsidi bisa turun sampai 30 persen,” ujar Laode di DPR, Jakarta, Senin (29/6/2026).
Saat ini, kata dia, Kementerian ESDM tengah menyiapkan 15 tabung CNG berukuran 3 kg yang dijuluki CNG Merah Putih, yang diuji coba di Lemigas. Tabung tersebut diimpor dari China dan merupakan tabung tipe 4 yang berbahan dasar serat material.
“Sedang diuji di Lemigas. Kan memang harus diuji tekanan, itu paling penting. Keamanan dari katup dan tabungnya, bagaimana. Kalau di China, penggabungan antara tabung dengan katupnya,” jelas Laode.
Jika uji coba berjalan baik, lanjutnya, tabung CNG Merah Putih bisa segera diedarkan secara bertahap ke masyarakat. Misalnya fokus pertama di kota-kota besar Pulau Jawa yang dekat dengan jalur jaringan pipa gas.
“Kita prioritaskan dulu yang dari pipa. Biar harganya lebih ekonomis. Makanya uji kebanyakan Pak Menteri sudah sampaikan di kota-kota besar di Pulau Jawa dulu. Yang memang jalur gas dari pipanya lebih banyak,” terang Laode.
YLKI Pertanyakan Keamanan
Sebelumnya, Ketua Pengurus Harian YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia), Niti Emiliana mengingatkan Kementerian ESDM jangan terburu-buru menerapkan penggunaan CNG sebagai pengganti LPG.
Apalagi jika kebijakan migrasi LPG ke CNG tanpa didahului kajian yang komprehensif. Khususnya terkait aspek keamanan, standar harga, hingga kesiapan pasokan, agar tidak merugikan masyarakat.
Dia mengatakan, jaminan keamanan produk adalah harga mati. Tidak bisa dilonggarkan, perlu ditentukan standar tekanan gas, bahan tabung yang aman dan mampu menahan tekanan gas dengan baik. “Penentuan standar harga juga perlu dikaji. Bahwa nilai keekonomian produk harus sesuai dengan kemampuan daya beli masyarakat,” kata Niti.
Pengkajian terkait ketersediaan pasokan, kata dia, perlu dilakukan untuk memastikan jenis pasokan yang mudah diakses masyarakat. Dalam hal ini, konsumen berhak mendapatkan informasi dan sosialisasi dengan jelas dan menyeluruh, terkait cara pemakaian, keselamatan, keamanan dan manfaat. “Serta mekanisme konversi agar tidak menimbulkan kebingungan atau penolakan,” tandasnya.
Informasi saja, bahan baku CNG dapat dipenuhi dari industri dalam negeri, bersumber dari gas cair C1 dan C2 yang kemudian dipadatkan hingga mencapai tekanan tertentu.
Karakteristik CNG sangat berbeda dengan LPG. Di mana, tekanan CNG bisa mencapai 200–250 bar, sementara LPG hanya berkisar 5–10 bar. Artinya, tekanan CNG mencapai 25 hingga 30 kali lipat lebih tinggi ketimbang LPG. Artinya memiliki risiko meledak lebih tinggi jika terjadi malfungsi pada perangkatnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













