Tidak ada turnamen yang lebih memilukan dan memukau sekaligus dari Piala Dunia 2026. Di antara 48 tim yang bertarung, dua nama mendominasi perbincangan dunia: Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Keduanya berpeluang mencatatkan penampilan keenam mereka di ajang Piala Dunia — sebuah pencapaian yang hampir tidak pernah terjadi dalam sejarah sepak bola modern.
Tapi konteksnya sangat berbeda. Bagi Messi, turnamen kali ini memiliki makna yang sangat spesial setelah ia berhasil mengantar Argentina meraih gelar juara dunia pada edisi 2022 di Qatar. Ia datang sebagai pemegang mahkota yang ingin mempertahankannya.
Sementara Ronaldo datang dengan lapar yang berbeda. Trofi Piala Dunia adalah satu-satunya gelar besar yang belum pernah ia raih sepanjang karier gemilangnya.
Ronaldo tidak bisa berhenti. Di usia 41 tahun, ia tetap memimpin Portugal sebagai kapten menuju Piala Dunia 2026 — turnamen keenam dalam kariernya dan yang kemungkinan terakhir.
Argentina dan Portugal saat ini berada di grup yang berbeda. Argentina tergabung di Grup J bersama Austria, Aljazair, dan Yordania. Sementara Portugal berada di Grup K bersama Republik Demokratik Kongo, Kolombia, dan Uzbekistan.
Messi cs akan melakoni laga perdana kontra Aljazair berlangsung di Stadion Kansas City (Arrowhead Stadium) di Kota Kansas, Amerika Serikat, Rabu (17/6/2026). Pertandingan kick off pukul 08.00 WIB.
Sementara Portugal akan memulai langkah di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Republik Demokratik (RD) Kongo pada laga pembuka Grup K, Kamis (18/6) di Houston, Amerika Serikat.
Di sisi statistik, Messi tengah mengincar sejarah. Dengan koleksi 13 gol di putaran final Piala Dunia, Messi hanya membutuhkan tiga gol lagi untuk menyamai rekor Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Jika Argentina dan Portugal sama-sama lolos dari fase grup dan melewati babak 32 besar serta 16 besar, pertemuan keduanya di perempat final sangat mungkin terjadi — duel terakhir dua rival abadi di panggung terbesar sepak bola dunia.
Messi sendiri tampak siap. Ia mencetak gol penalti saat Argentina mengalahkan Islandia 3-0 dalam uji coba terakhir, dan mengatakan: “Dalam pertandingan, Anda bermain lebih alami. Reaksi dan pergerakannya berbeda.”
Dua legenda memasuki fase akhir karier mereka. Satu ingin mempertahankan mahkota, satu lagi mengejar mimpi yang belum terwujud. Siapa yang lebih butuh Piala Dunia 2026?










