Rizky Ridho diduga jambak Beckham Putra saat Persija vs Persib di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026). (Foto: tangkapan layar IG @Sledingtekel)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Persib Bandung mengaku telah menyiapkan sejumlah langkah profesional menyikapi sejumlah insiden yang terjadi pasca-duel klasik jumpa Persija Jakarta pada pekan ke-32 Super League 2025/2026.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Segiri, Minggu (10/5/2026), Persija selaku tuan rumah harus mengakui keunggulan Persib dengan skor 1-2.
“Atas berbagai kejadian tersebut, saat ini Persib tengah mengumpulkan bukti, data, dan fakta sebagai bagian dari langkah yang akan kami tempuh secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab,” tulis keterangan resmi PT Persib Bandung Bermartabat, Rabu (13/5/2026).
Di luar hasil pertandingan, sorotan kubu Maung Bandung memang tertuju pada tensi panas usai laga. Mulai dari insiden keributan antar pemain di lapangan, hingga intimidasi terhadap Beckham Putera dan kawan-kawan di Bandara Sepinggan, Balikpapan.
Tak cukup sampai di situ, pihak Persib juga menyoroti insiden kekerasan juga dilaporkan menimpa masyarakat dan Bobotoh di berbagai daerah. Beberapa diantaranya yakni, dugaan perusakan salah satu restoran Sunda di Samarinda serta aksi kekerasan terhadap remaja berusia 15 tahun di Kuningan, Jawa Barat.
“Pengeroyokan terhadap tiga Bobotoh di Sukabumi yang menyebabkan korban mengalami luka-luka, serta insiden yang menimpa seorang Bobotoh di Majalengka akibat aksi pelemparan benda keras saat kegiatan nonton bareng berlangsung,” lanjut keterangan yang sama.
Dalam kesempatan itu, Persib juga berbelasungkawa setelah mendengar kabar tewasnya seorang remaja berusia 15 tahun di Karawang yang disebut sempat berpamitan dengan keluarganya untuk menyaksikan laga Persib kontra Persija.
“Duka ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa sepak bola tidak seharusnya menghadirkan rasa takut, apalagi sampai menimbulkan korban jiwa. Kami menghormati proses penanganan dan pendalaman yang saat ini dilakukan oleh pihak berwenang terkait kejadian tersebut,” beber Persib.
Di tengah situasi kurang kondusif tersebut, Persib mengaku ingin hadir tidak hanya sebagai klub sepak bola, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat.
“Karena itu, kami tengah berupaya menjalin komunikasi dengan para korban maupun keluarga yang terdampak sebagai bentuk perhatian dan dukungan yang dapat kami berikan,” tegasnya.
Di sisi lain, Persib enggan kehilangan momentum untuk mengunci gelar juara di pengujung musim. Dengan dua laga tersisa, Maung Bandung bertekad menjaga fokus demi mencetak sejarah: meraih gelar ketiga secara beruntun dalam tiga musim terakhir.
Adapun dua laga penentu tersebut yakni menghadapi PSM pada 17 Mei 2026, disusul duel kontra Persijap pada 23 Mei 2026.
“Untuk itu, kami berharap seluruh Bobotoh tetap memberikan doa, dukungan, dan energi positif kepada tim. Dukungan yang dewasa, damai, dan penuh rasa hormat akan menjadi kekuatan penting bagi perjuangan PERSIB dalam menuntaskan musim ini dengan sebaik-baiknya,” tutup Persib.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













