Pelatih Mancheser City, Pep Guardiola. (Foto: Getty images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pelatih Manchester City Pep Guardiola mengakui peluang timnya merebut gelar Premier League kini berada di luar kendali. Pengakuan itu disampaikan setelah The Citizens hanya mampu bermain imbang 3-3 di markas Everton, Senin (4/5/2026).
Hasil tersebut membuat Manchester City tertinggal lima poin dari Arsenal di puncak klasemen, meski masih menyimpan satu laga tunda. Persaingan gelar pun semakin berat bagi pasukan Guardiola di sisa empat pertandingan.
“Tergantung. Gelar ini tidak ada di tangan kami. Sebelum laga ini ada di tangan kami dan Arsenal. Tapi sekarang, tidak di tangan kami,” kata Guardiola.
Manchester City sempat tampil dominan dan unggul 1-0 di babak pertama lewat gol Jeremy Doku. Namun, Everton membalikkan keadaan dengan mencetak tiga gol dalam tempo 14 menit di babak kedua.
Pemain pengganti Thierno Barry mencetak dua gol yang diselingi sundulan Jake O’Brien. Gol pertama Barry memanfaatkan umpan balik buruk bek City Marc Guehi.
Tertinggal 1-3, Erling Haaland memperkecil kedudukan sebelum Doku menyamakan skor lewat tendangan melengkung pada masa tambahan waktu. Hasil imbang itu menyelamatkan satu poin bagi tim tamu.
“Penampilan yang sangat bagus. Kami bermain luar biasa di babak pertama. Sangat sulit menghadapi fisik mereka,” ujar Guardiola kepada Sky Sports. “Di babak kedua, mungkin kami tidak terlalu menguasai pertandingan. Setelah kebobolan, mereka bangkit dan membuat permainan khas Inggris yang agresif dalam duel.”
Manchester City akan menjamu Brentford di Etihad Stadium pada Sabtu mendatang. The Bees yang menempati peringkat ketujuh masih berjuang merebut tiket kompetisi Eropa musim depan. Di saat bersamaan, Arsenal akan bertandang ke markas West Ham.
“Kami punya empat laga di Premier League, berikutnya Brentford, dan situasinya akan mirip karena lawan-lawan kami bagus. Kita lihat apa yang terjadi,” tutur Guardiola. “Tentu saja kami menjalani laga-laga itu dengan keyakinan, sama seperti saat kami datang ke sini.”
Di kubu tuan rumah, pelatih Everton David Moyes menyebut hasil imbang sebenarnya pantas disyukuri. Namun, ia kecewa timnya gagal mempertahankan keunggulan 3-1.
“Saat turun minum, kami akan menerima hasil ini karena kami benar-benar dipermainkan di babak pertama. Saya ingin kami lebih dekat dengan pemain Manchester City, tapi kami tidak bisa,” kata Moyes.
“Mendapat satu poin melawan City bukan hasil buruk. Tapi ketika sudah unggul 3-1, kami merasa punya peluang besar untuk menang,” ia menambahkan.
Moyes mengakui penampilan timnya di babak pertama jauh dari standar. “Itu mungkin penampilan terburuk kami di kandang sendiri musim ini, terutama melawan tim-tim besar. Para pemain berusaha keras untuk kembali ke pertandingan, tapi saat 3-1 unggul, seharusnya kami mampu menutup laga.”
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













