Langkah berani Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencopot dua Direktur Jenderal (Dirjen) sekaligus di lingkup Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dinilai sebagai sinyal kuat percepatan ekonomi. Ekonom dari Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR), Gede Sandra, menyebut tindakan ini sebagai upaya ‘pembersihan’ terhadap pihak-pihak yang tidak mampu mengimbangi kecepatan visi sang Menteri.
Gede Sandra menilai, Purbaya yang dikenal memiliki target ambisius dalam memacu pertumbuhan ekonomi, tidak akan membiarkan birokrasi yang lamban menyandera kinerjanya.
“Bagaimanapun Pak Menkeu ingin melajukan ekonomi kencang. Unsur-unsur atau anasir-anasir yang lamban, bahkan menghambat, pasti akan berusaha diatasi oleh beliau,” tegas Gede kepada Inilah.com, Jumat (24/4/2026).
Sinyal untuk Kabinet Prabowo
Tak berhenti di level eselon I Kemenkeu, Gede Sandra bahkan memberikan catatan keras bagi skala yang lebih luas. Menurutnya, ketegasan Purbaya dalam memangkas “beban” birokrasi seharusnya menjadi cermin bagi Presiden dalam mengelola jajaran menterinya.
Ia menekankan bahwa keberadaan figur yang lamban dalam mengeksekusi kebijakan hanya akan menjadi batu sandungan bagi target besar pemerintah di sektor ekonomi.
“Hal semacam ini seharusnya juga berlaku di kabinet. Presiden mungkin saja menyingkirkan menteri-menteri yang bagian dari anasir penghambat pertumbuhan ekonomi,” kata Gede lugas.
Gebrakan Mendadak di Lapangan Banteng
Sebelumnya, jagat ekonomi dikejutkan dengan pengakuan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa yang telah memberhentikan Febrio Kacaribu dan Luky Alfirman dari jabatan Dirjen sejak Selasa (21/4).
Keputusan ini tergolong tidak lazim dan ‘dingin’. Purbaya tidak memberikan rincian alasan pencopotan secara terbuka ke publik, sebuah langkah yang kian memperkuat dugaan adanya ketidakcocokan visi antara pejabat lama warisan era Sri Mulyani dengan arah kebijakan Purbaya saat ini.
Purbaya sendiri tampak santai menanggapi kekosongan posisi tersebut dengan menunjuk Pelaksana Harian (Plh). “Iya. Sudah dikasih Plh sekarang. Sudah kemarin soalnya, sekarang sudah aktif,” ujarnya singkat di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Menanti Wajah Baru Mei Mendatang
Terkait siapa yang akan mengisi kursi panas Dirjen definitif, Purbaya memilih untuk tidak terburu-buru. Ia menyebut para pejabat yang dicopot tersebut diminta untuk “istirahat” terlebih dahulu sembari pihaknya mencari posisi yang lebih tepat bagi mereka.
Kekosongan ini tidak hanya terjadi pada posisi yang ditinggalkan Febrio dan Luky. Jabatan Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan juga saat ini masih dijabat oleh Plh Herman Sheruddin, setelah Masyita Crystalin hijrah ke PT Danantara Investment Management.
Purbaya memberikan bocoran bahwa daftar nama pimpinan baru di Kemenkeu akan segera diajukan ke meja Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat.
“Nanti akan sekalian diajukan ke Presiden. Jadi sekalian saya sebutkan awal Mei atau pertengahan Mei,” pungkas Purbaya.
Publik kini menanti, apakah ‘darah baru’ yang akan dipilih Purbaya nanti benar-benar mampu berlari kencang sesuai ekspektasi Gede Sandra, ataukah ini hanya sekadar rotasi politik di jantung keuangan negara.











