AS Blokade Iran, Indonesia Perkuat Diplomasi Energi Amankan Pasokan dari Rusia

Clara Medium.jpeg

Kamis, 16 April 2026 – 16:52 WIB

Pakar energi sekaligus Board of Experts Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti), Arcandra Tahar)

Pakar energi sekaligus Board of Experts Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti), Arcandra Tahar)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Gejolak geopolitik di Timur Tengah kembali mencapai titik didih. Keputusan Amerika Serikat (AS) memblokade akses pelabuhan Iran sejak 13 April lalu memicu alarm bahaya bagi stabilitas energi global. Di tengah ancaman melambungnya harga minyak mentah, Indonesia memilih langkah taktis: memperkuat diplomasi energi untuk mengamankan pasokan nasional.

Pakar energi sekaligus Board of Experts Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti), Arcandra Tahar, mengingatkan bahwa langkah agresif AS tersebut berpotensi menghambat distribusi sekitar 20 juta barel minyak mentah dan produk kilang per hari. Dampaknya tak main-main, harga minyak dunia diprediksi kembali menembus angka US$100 per barel.

“Diplomasi energi merupakan pintu pembuka bagi keamanan energi suatu negara. Melalui hubungan antar-pemerintah atau government-to-government (G2G) diplomacy, Indonesia dapat membangun aliansi politik tingkat tinggi untuk akses langsung terhadap aset energi strategis,” ujar Arcandra dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Mantan Menteri ESDM ini menekankan bahwa sumber daya energi, khususnya di Timur Tengah, sangat bergantung pada stabilitas hubungan antarnegara. Menurutnya, Indonesia harus cerdik memanfaatkan prinsip politik luar negeri bebas aktif agar tidak terjepit dalam rivalitas global.

“Dengan posisi yang tidak terikat pada blok kekuatan tertentu, Indonesia memiliki ruang diplomasi yang cukup luas. Hubungan politik ini harus diterjemahkan menjadi kerja sama produksi jangka panjang demi keamanan pasokan nasional,” tegas Arcandra.

Gerak Cepat di Moskow

Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Indonesia bergerak cepat. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa Indonesia telah berhasil mengamankan komitmen pasokan minyak mentah dan LPG dari Rusia.

Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung dari pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin di Kremlin sebelumnya. Bahlil menemui Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev, di Moskow pada Rabu (15/4/2026) untuk mematangkan kesepakatan tersebut.

“Alhamdulillah, hasil pertemuan bilateral dengan Menteri Energi Rusia cukup baik. Kita mendapatkan tambahan cadangan crude (minyak mentah) dan juga LPG,” ungkap Bahlil melalui keterangan resminya dari Moskow.

Selain kepastian pasokan, Rusia juga menyatakan kesiapannya mendukung infrastruktur ketahanan energi Indonesia, termasuk fasilitas penyimpanan (storage). Kerja sama ini akan dijalankan melalui skema G2G maupun business-to-business (B2B).

Langkah proaktif ini diharapkan menjadi bantalan bagi ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global akibat blokade Iran. Dengan mengamankan jalur pasokan dari Rusia, Indonesia berupaya menjaga agar mesin ekonomi tetap berputar tanpa tercekik lonjakan harga energi yang ekstrem.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang