Ilustrasi – Peta Selat Hormuz. (Foto: Pixels Stock)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Kamis (9/4) menetapkan rute pelayaran alternatif di Selat Hormuz. Langkah ini diambil menyusul ancaman ranjau laut di jalur utama di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat.
Angkatan Laut IRGC memperingatkan adanya “situasi perang” di Teluk dan Selat Hormuz, serta kemungkinan keberadaan ranjau laut yang membahayakan kapal, menurut laporan Mehr News Agency yang melampirkan peta rute baru.
Semua kapal yang melintasi jalur strategis tersebut diwajibkan mengikuti rute alternatif “hingga pemberitahuan lebih lanjut” dan berkoordinasi dengan AL IRGC untuk menjamin keselamatan pelayaran serta menghindari potensi ranjau laut.
“Mengingat kondisi perang di Teluk dan Selat Hormuz serta potensi ranjau laut di jalur utama, semua kapal harus mematuhi rute navigasi alternatif,” kata AL IRGC dalam pernyataannya.
Rute alternatif untuk kapal masuk diarahkan ke utara dari Teluk Oman, melewati Pulau Larak, kemudian menuju Teluk. Sedangkan untuk kapal keluar, mereka diarahkan melewati selatan Pulau Larak menuju Teluk Oman.
Ketegangan di Selat Hormuz masih tinggi, meski Iran sempat mengumumkan gencatan senjata sementara dengan Amerika Serikat.
Sumber pemerintah Pakistan menyebutkan, delegasi AS dan Iran akan mengadakan pembicaraan langsung di Islamabad untuk mencapai “gencatan senjata permanen” yang dapat mengakhiri konflik yang berlangsung sejak 28 Februari.
Negosiasi yang dijadwalkan dimulai pada Sabtu diperkirakan berlangsung lebih dari satu hari.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.










