Suspek Campak di Jateng Capai 2.188 Kasus, Gubernur Luthfi Galakkan Imunisasi dan Deteksi Dini

Anton Medium.jpeg

Rabu, 8 April 2026 – 16:55 WIB

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi meninjau imunisasi campak di Puskesmas Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Rabu (8/4/2026. (Foto: Pemprov Jateng)

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi meninjau imunisasi campak di Puskesmas Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Rabu (8/4/2026. (Foto: Pemprov Jateng)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Sepanjang tahun 2026, suspek campak di wilayah Jawa Tengah mencapai 2.188 kasus yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota. Karena itu Pemprov Jateng terus menggalakkan imunisasi sekaligus deteksi dini untuk menekan angka kasus campak.

Hingga Selasa (7/4/2026), data Dinas Kesehatan Provinsi Jateng mencatat 2.188 kasus itu tersebar di Kabupaten Kudus sebanyak 501 kasus, Brebes 202 kasus, Cilacap 119 kasus, Pati 72 kasus, Klaten 54 kasus, dan daerah-daerah lainnya.

Dari jumlah tersebut, positif campak yang sudah dilengkapi pemeriksaan laboratorium diketahui ada 144 kasus dan positif rubella 18 kasus. Sebaran positif campak tertinggi ada di Kabupaten Cilacap dengan 21 kasus, Banyumas 20 kasus, Pati 20 kasus, serta Klaten 6 kasus campak dan 1 rubella.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi saat berkunjung ke Klaten menyatakan persoalan campak menjadi salah satu prioritas penanganan bersama pemerintah kabupaten/kota.

“Kita di Klaten ini untuk mengecek vaksin campak yang sekarang menjadi atensi di Jawa Tengah. Beberapa kabupaten/kota sudah kita lakukan deteksi dini,” kata Luthfi saat meninjau imunisasi campak di Puskesmas Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Rabu (8/4/2026.

Upaya menggalakkan imunisasi campak, menurutnya, dilakukan serentak bersama dinas kesehatan kabupaten/kota. Tujuannya agar tidak semakin menyebar atau mewabah.

Di tengah tinjauannya itu, Luthfi juga berpesan kepada masyarakat yang memiliki anak segera melengkapi vaksinnya. Masyarakat  juga diminta lebih perhatian tentang gejala-gejala yang ditemukan pada anak, termasuk melakukan upaya-upaya pencegahan. Misalnya, apabila menemukan ciri-ciri ruam merah dan demam, maka diminta segera diperiksakan ke dokter atau Puskesmas terdekat.

“Pencegahan harus masif dan harus punya pola hidup sehat dan makanan yang bergizi,” jelasnya.

post-cover
Pemprov Jateng menggalakkan imunisasi imunisasi campak di Puskesmas Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Rabu (8/4/2026). (Foto: Pemprov Jateng)

Untuk mengakselerasi imunisasi campak, Pemprov Jateng akan mengintegrasikan dengan program dokter spesialis keliling (Speling) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau sampai ke desa-desa.

“Campak ini menjadi prioritas utama, termasuk penyakit lain seperti tuberkulosis (TBC) yang juga masuk prioritas nasional. Harapannya masyarakat sehat,” paparnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jateng, Heri Purnomo mengatakan, suspek campak banyak ditemukan rata-rata pada anak-anak. Namun ada juga usia dewasa yang kondisi imunitas rendah juga bisa terkena.

“Pencegahan paling penting imunisasi, terus kalau sakit pakai masker, isolasi, dan jaga jarak. Juga pola hidup sehat dan makanan yang meningkatkan imunitas,” ujarnya.

Salah seorang warga, Kiki Kumala, mengatakan kegiatan imunisasi campak ini sangat penting bagi anak. Imunisasi ini merupakan yang kedua bagi anaknya yang berusia hampir 4 bulan.

“Kita cuma bisa mendukung dan membantu program pemerintah yang ada, apalagi ini gratis atau tidak berbayar. Semoga ke depan lebih baik dalam mendukung kesehatan anak,” ucapnya usai mengantar anak imunisasi.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang