Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Republik Indonesia Sakti Wahyu Trenggono Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Dapenda, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Selasa (3/3/2026).(Foto: dok-kkp)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto ke Seoul, Korea Selatan, membuahkan kesepakatan strategis di sektor maritim. Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, mengungkapkan bahwa kedua negara kini tengah mendalami kolaborasi teknologi untuk memperkuat industri perikanan nasional.
“Pagi tadi mendampingi Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Korea Selatan, Mr. Lee Jae Myung dalam kunjungan kenegaraan di Seoul,” kata Trenggono melalui unggahan di media sosial Instagramnya, dikutip Jumat (3/4/2026).
Trenggono menjelaskan, salah satu fokus utama adalah pemanfaatan anjungan lepas pantai migas yang sudah tidak beroperasi untuk budidaya laut, atau yang dikenal dengan konsep Rig to Farm (R2F). Langkah ini dinilai sebagai terobosan bagi kedua negara yang memiliki karakteristik wilayah laut luas.
“Sebagai sesama negara maritim, Indonesia-Korea Selatan mengupayakan terobosan pengembangan kerja sama, khususnya di bidang pemanfaatan anjungan lepas pantai migas untuk budidaya laut (Rig to Farm – R2F),” tutur Trenggono.
Selain optimalisasi aset lepas pantai, dia juga mendorong penerapan teknologi budidaya cerdas (smart aquaculture). Sistem ini mengandalkan Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk memastikan efisiensi produksi sejak tahap hulu hingga produk siap diekspor.
“Kemudian inovasi teknologi budidaya perikanan cerdas (smart aquaculture) berbasis artificial intelligent dan IoT, serta integrasi produksi dari hulu perikanan sampai ekspor,” jelasnya.
Lawatan ke Korea Selatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan maraton Presiden Prabowo. Sebelumnya, rombongan kepresidenan baru saja menyelesaikan agenda di Tokyo, Jepang, sebelum akhirnya mendarat di Pangkalan Udara Militer Seongnam pada Selasa malam (31/3/2026).
Secara keseluruhan, perjalanan ke dua negara Asia Timur ini mencatatkan angka investasi yang signifikan. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa komitmen kerja sama bisnis dari Jepang dan Korea Selatan mencapai US$33,89 miliar atau setara Rp575 triliun.
“Dari Jepang tercatat komitmen bisnis sebesar 23,63 miliar dolar AS, atau setara Rp401,7 triliun. Sementara dari Republik Korea mencapai 10,26 miliar dolar AS, atau setara Rp174 triliun. Sehingga totalnya menjadi 33,89 miliar dolar AS, atau setara Rp575 triliun,” kata Teddy di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












