John Herdman Pelatih Timnas Indonesia. (Foto: Getty images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman menanggapi adanya sentimen negatif di media sosial terkait penyelenggaraan PSSI Awards 2026 yang kebetulan tersaji di sela-sela persiapan Garuda menjelang final FIFA Series 2026.
Maklum, alih-alih merayakan kemajuan sepak bola, acara yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi Indosiar ini dinilai kehilangan esensi karena momentum yang dinilai sangat tidak pas dan format acara yang melenceng.
Alhasil, kritik tajam menggema. Sebagian besar netizen sepakat acara penghargaan sejatinya adalah langkah yang sangat positif, namun eksekusinya berantakan karena berbenturan dengan agenda krusial Timnas Indonesia.
“Ya, dengar, menurut saya itu adalah acara luar biasa yang diselenggarakan PSSI untuk para penggemar, untuk rakyat. Saya pikir kapan pun Anda bisa merayakan kesuksesan orang lain, itu penting,” kata Herdman kepada awak media di Jakarta, Minggu (29/3/2026).
Pelatih berpaspor Inggris itu menilai, acara yang digelar oleh PSSI sah-sah saja. Apalagi kata dia, Jay Idzes dan kawan-kawan juga menikmati hiburan yang disajikan, disamping penghargaan yang didapat.
“Orang-orang harus mengakui pencapaian para legenda, orang-orang yang bekerja di balik layar yang tidak mendapatkan pujian. Jadi, menurut saya itu adalah acara yang fantastis. Dan pemain kami menikmatinya,” kata Herdman.
“Mereka senang bisa terlihat. Mereka senang bisa berbicara. Mereka senang dirayakan atas pencapaian mereka karena hal itu menginspirasi anak muda Indonesia untuk mengambil langkah selanjutnya,” ujarnya lagi.
Lebih jauh, Herdman berujar, meskipun terselenggara di tengah ajang FIFA Series yang masih berlangsung, persiapan tim kata dia sama sekali tidak terganggu.
Justru, para pemain disebutnya punya motivasi tambahan untuk menatap partai final kontra Bulgaria, Senin (30/3/2026) esok hari.
“Jadi bagi saya, meskipun kami sedang dalam masa persiapan, hal itu membantu para pemain merasa lebih besar dan merasakan gairah dari negara mereka,” katanya.
“Jadi, Anda tahu, saya menikmati momen tadi malam dan saya pikir para pemain membutuhkan perasaan dan koneksi kembali ke negara mereka. Sudah lama sekali mereka tidak berada di sini,” ujarnya lagi.
Semula, kehadiran mayoritas pemain keturunan (abroad) yang kebetulan sedang berkumpul di Jakarta tak lepas dari sorotan.
Netizen mencurigai bahwa pemilihan waktu PSSI Awards yang terkesan dipaksakan ini tidak murni demi apresiasi, melainkan demi mendongkrak angka rating siaran televisi.
Akun @Bali_Football mengutarakan sindiran menohok terkait hal ini: “Tapi ya mau bagaimana lagi, namanya juga ‘aji mumpung’ pemain-pemain top yang abroad kebetulan lagi ngumpul di sini jadi bisa diundang datang langsung ke acara buat naikin rating TV.”
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













