Presiden AS Donald Trump saat berbicara dengan wartawan di Gedung Putih, Washington DC, Senin (16/3/2026) waktu setempat. (Foto: Tangkapan layar YouTube Clash Report)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa dialog dengan Iran membuahkan hasil. Ia menyatakan Selat Hormuz, jalur energi strategis dunia, akan segera dibuka kembali dan dikendalikan secara bersama oleh AS dan Iran.
Saat ditanya wartawan mengenai jadwal pembukaan Selat Hormuz, Trump menekankan bahwa itu akan terjadi “jika negosiasi dengan Iran terus berjalan lancar.”
Trump menjelaskan, kontrol selat ke depan tidak tergantung siapa pemimpin Iran saat ini maupun yang akan datang. “Itu akan dikendalikan bersama,” ujarnya, menambahkan, “Saya dan Ayatollah, siapa pun Ayatollah saat ini, siapa pun Ayatollah berikutnya.”
Selain membahas Selat Hormuz, Trump juga menyinggung perubahan rezim di Iran. Ia mengaitkan hal ini dengan serangan dini hari yang menewaskan sebagian besar pemimpin senior Iran. “Dan juga akan ada perubahan rezim yang sangat serius,” kata Trump. “Secara otomatis akan terjadi perubahan rezim.”
Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan AS-Iran yang terus meningkat, dengan Selat Hormuz menjadi salah satu titik krusial bagi keamanan energi global.
Sesumbar Caplok Uranium Iran
Sebelumnya, Trump juga mengklaim bahwa jika Amerika bakal mencaplok uranium milik Iran.
Saat ditanya wartawan mengenai cara AS memperoleh uranium Iran — yang selama bertahun-tahun menjadi sumber perselisihan antara kedua negara — Trump menjawab singkat: “Sangat mudah.”
“Jika kita memiliki kesepakatan dengan mereka, kita akan mengambilnya sendiri,” tambahnya.
Trump mengatakan putaran pembicaraan terbaru antara Washington dan Teheran berlangsung pada Minggu malam, meskipun Iran membantah adanya dialog tersebut. “Mereka sangat ingin membuat kesepakatan. Kami juga ingin membuat kesepakatan,” kata Trump sebelum berangkat untuk perjalanan ke wilayah selatan AS.
“Kita akan bertemu hari ini mungkin melalui telepon,” ujarnya.
Presiden AS juga menyoroti kesulitan pejabat Iran untuk meninggalkan negaranya. Ia menambahkan, pejabat AS dan Iran akan “pada suatu saat, sangat, sangat bertemu segera” secara langsung.
Dalam pengumuman sebelumnya mengenai jeda lima hari dalam serangan terhadap fasilitas energi Iran, Trump memperingatkan: “Kita akan lihat bagaimana hasilnya, dan jika berjalan dengan baik, kita akan menyelesaikan masalah ini. Jika tidak, kita akan terus membombardir sesuka hati kita.”
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.









